sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Lagi, emak-emak pendukung Prabowo demo KPU

Sejumlah emak-emak dan relawan paslon 02 Prabowo-Sandi berdemo di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng.

Rakhmad Hidayatulloh Permana Achmad Al Fiqri
Rakhmad Hidayatulloh Permana | Achmad Al Fiqri Jumat, 26 Apr 2019 20:38 WIB
Lagi, emak-emak pendukung Prabowo demo KPU

Sejumlah emak-emak dan relawan paslon 02 Prabowo-Sandi berdemo di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/4). 

Mereka berorasi sembari menyanyikan lagu KPU curang. Mereka bahkan dengan tegas mengancam KPU bakal terkena azab jika melakukan kecurangan. Ancaman tersebut tertulis dalam poster-poster yang mereka bawa. 

Berdasarkan pantauan Alinea.id, mereka membawa beberapa perkakas rumah tangga sebagai simbol perlawanan. Seperti wajan, spatula, baskom, galon air mineral, ember, kemoceng, clemek masak dan keranjang sampah. 

Tiga emak-emak pun sempat menaiki pagar gedung KPU, seolah-olah ingin merobohkannya. Namun, mereka kemudian turun setelah diperingatkan oleh petugas keamanan. 

Mereka pun berjanji bakal melakukan demo susulan, apabila KPU tetep melakukan kecurangan-kecurangan yang merugikan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Suasana kegiatan syukuran bertajuk

Pendukung Jokowi-Amin

Pada kesempatan berbeda, calon wakil presiden (Cawapres) Ma'ruf Amin mengimbau kepada relawan dan pendukungnya untuk tidak terlebih dahulu membuat acara syukuran kemenangan. Meski hasil hitung cepat dari lembaga survei menunjukkan hasil yang positif untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sponsored

Hal tersebut disampaikan oleh Tim khusus Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin, Ikhsan Abdullah dalam acara tasyakuran atas pemilu damai yang diselenggarakan oleh Gerakan Arus Bawah Indonesia (ARBI).

Ikhsan menyampaikan bahwa Ketua MUI nonaktif yang maju dalam bursa pilpres itu meminta para pendukungnya agar menunggu pengumuman resmi dari KPU untuk merayakan kemenangannya.

"Pesan Abah (Ma'ruf) kita bersyukur atas pemilu damai, tapi jangan sampai merayakan. Ketika KPU mengumumkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang menjadi presiden dan wakil presiden baru kita tasyakuran," kata Ikhsan, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Lebih lanjut, dia mengatakan hasil resmi KPU merupakan kesepakatan bersama yang harus dihormati, meski hasil yang dikeluarkan dapat merugikan salah satu pasangan calon.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ikhsan menanggapi keresahan terkait beberapa pihak yang ingin mendelegitimasi hasil KPU. Apalagi, hasil Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sementara ini menujukan Jokowi-Ma'ruf unggul 56,06%, dibanding Prabowo-Sandiaga yang memperoleh 43,94%.

Dia meyakini lembaga penyelenggara KPU merupakan lembaga pemilu yang bersifat independen, nasional dan mandiri. Hal tersebut seperti yang tertuang dalam Undang-Undang 1945 pasal 22 E ayat (5).

"Penyelenggara pemilu adalah KPU RI, kita sepakat, kenapa ketika suara mereka naik mereka tidak teriak, dan ketika turun (suaranya) mereka teriak-teriak," ucap Ikhsan.

Kendati demikian, Ikhsan menyangkan sikap politik yang dilakukan oleh kubu paslon Prabowo-Sandiga yang terlalu cepat menyatakan kemenangan. Dia menyebut, pernyataan kemenangan itu merupakan sebagai bentuk makar atas ketidak percayaan hasil dari KPU.

"Saya mohon kepada relawan setia, tidak ikut memvilarkan berita-berita itu, karena akan merusak ukwah kebangsaan, ukwah kekeluargaan kita, mari setalah ini kita dukung KPU," ujar Ikhsan.