logo alinea.id logo alinea.id

Ricuh, ratusan WNI di Sydney tuntut pemilu ulang

Ratusan WNI di Sydney Australia menuntut pemilu ulang lantaran belum menyalurkan hak pilih tetapi TPS telah ditutup.

Sukirno
Sukirno Minggu, 14 Apr 2019 17:16 WIB
Ricuh, ratusan WNI di Sydney tuntut pemilu ulang

Ratusan WNI di Sydney Australia menuntut pemilu ulang lantaran belum menyalurkan hak pilih tetapi TPS telah ditutup.

Sebuah petisi dibuat untuk menuntut pemilihan ulang di TPS Townhall, Sydney, Australia. Komunitas masyarakat Indonesia di Sydney itu mengungkapkan pada pencoblosan 13 April 2019, antrean WNI di Townhall Sydney telah mengular. 

"Proses yang panjang dan ketidakmampuan PPLN Sydney sebagai penyelenggara menyebabkan antrean tidak bisa berakhir sampai pukul 18.00 petang waktu setempat. Sehingga, ratusan orang yang sudah mengantre sekitar 2 jam tidak dapat melakukan hak dan kewajibannya untuk memilih karena PPLN sengaja menutup TPS tepat jam 6 sore tanpa menghiraukan ratusan pemilih yang mengantre di luar," tulis petisi itu.

Hingga Minggu (14/4) pukul 17.00 WIB, petisi itu telah ditandatangani oleh 5.543 orang. Mereka menuntut pemilu ulang di Sydney Australia. 

Kronologi

Sementara itu, Anggota Sekretariat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney Australia, Hermanus Dimara, mengakui TPS memang ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat. Penutupan itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah dengan Panwaslu, saksi, perwakilan Mabes Polri, dan pihak keamanan gedung.

"Terutama pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00 waktu setempat. Pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki gedung. Beberapa pemilih yang di luar gedung masih kurang puas meskipun telah diberikan penjelasan oleh PPLN," urainya dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Minggu (14/4).

Sponsored

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) kemudian melanjutkan pelayanan kepada seluruh pemilih yang sudah memasuki gedung hingga sekitar jam 19.00 waktu setempat. Selanjutnya, KPPSLN melakukan proses penghitungan sisa surat suara dan administrasi dokumen.

Lalu, kotak suara digembok dan disegel dengan disaksikan oleh Panwaslu dan saksi. Dikarenakan batas waktu penyewaan gedung yang terbatas, beberapa TPSLN diharuskan meninggalkan gedung pukul 20.00 waktu setempat. Bahkan, telah dilakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung guna menyelesaikan seluruh proses pemungutan suara.

Selanjutnya, KPSSLN yang bertugas di luar KJRI Sydney mengirimkan seluruh logistik pemilu ke KJRI untuk disimpan. Sekitar pukul 01.00 dini hari, Minggu (14/4), seluruh logistik pemilu telah tersimpan baik di KJRI Sydney. Logistik pemilu termasuk kotak suara yang di dalamnya terdapat suara suara akan dibuka pada Rabu (17/4), untuk proses penghitungan suara.

Dia menjelaskan, antrean yang mencapai puncaknya pada pukul 17.00 WIB itu terjadi lantaran berbarengan dengan waktu pemilihan Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN). DPKLN baru diperbolehkan mencoblos pada satu jam terakhir atau pukul 17.00 sampai 18.00 waktu Sydney. Pemilih DPKLN adalah pemilih yang belum terdaftar sebagai DPT dan baru mendaftar setelah tanggal penetapan DPTLN (12 Desember 2018).

"Menjelang jam 17.00 atau mendekati waktu bagi DPKLN untuk melakukan pencoblosan, antrean pemilih mencapai puncaknya. Pemilih DPKLN yang ingin mencoblos memenuhi pintu masuk lokasi gedung TPS berada," kata dia. 

Untuk mengurangi antrean, sambungnya, KPPSLN yang bertugas berusaha semaksimal mungkin mempercepat pelayanan terhadap pemilih. Pemilih disabilitas diberi akses khusus sehingga bisa melakukan pencoblosan tanpa perlu mengantre.

Sebagai informasi, proses pemungutan suara di PPLN Sydney dilaksanakan pada Sabtu (13/4) yang meliputi New South Wales, Queensland dan South Australia. Total DPTLN Sydney mencapai 25.381 pemilih.

Pemungutan suara tersebar di 22 TPSLN dengan rincian 4 TPSLN berlokasi di KJRI Sydney, 5 TPSLN berlokasi di Sydney Town Hall, 3 TPSLN berlokasi di Marrickville Community Centre, 3 TPSLN berlokasi di Yagoona Community, 3 TPSLN berlokasi di Good Luck Plaza, 2 TPSLN berlokasi di Sherwood State School-Brisbane dan 2 TPSLN di Adelaide State Library.