sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tuntutan mahasiswa gelar unjuk rasa saat debat pamungkas Pilpres 2019

Mahasiswa merasa kecewa dengan kedua paslon karena tak ada yang menemui pada masa Pemilu 2019.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 13 Apr 2019 20:35 WIB
Tuntutan mahasiswa gelar unjuk rasa saat debat pamungkas Pilpres 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia menggelar orasi di depan lokasi debat kelima atau terakhir calon presiden dan calon wakil presiden di Hotel Sultan, Jakarta. 

Dalam aksi tersebut, orasi disampaikan oleh perwakilan mahasiwa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor dan beberapa universitas lainnya. Mereka melakukan aksi demikian atas dasar kekecewaannya terhadap kedua paslon.

Dalam orasinya, koordinator aksi menyampaikan tuntutan terkait pelanggaran kasus hak asasi manusia (HAM) yang sampai saat ini belum juga diselesaikan. Salah satunya soal penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.  

“Kami menuntut kepada siapapun paslon yang terpilih agar menyelesaikan kasus Novel Baswedan dalam 100 hari kerja pertama,” kata seorang orator dari atas mobil orasi, Sabtu (13/4).

Selain kasus Novel Baswedan, para mahasiswa juga menuntut agar paslon yang terpilih dapat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat. Selain itu, para mahasiwa menuntut agar aparat penegak hukum bersikap netral selama proses pemilu berlangsung. Juga menjaga keamanan selama masa tenang agar tidak terjadi kecurangan.

“Sebentar lagi masa tenang akan berlangsung, kami menuntut agar aparat keamanan menjaga segala kondisi agar tidak ada indikasi kecurangan,” tuturnya.

Aliansi BEM Indonesia itu pun menyampaikan kekecewaannya kepada kedua paslon yang tidak menemui mereka. Selama masa pemilu ini pun, mereka menilai tidak ada upaya dari kedua paslon untuk menemui mahasiwa dan menggelar dialog.

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, juga meminta pendukungnya dan masyarakat untuk menjaga ketertiban pada masa tenang kampanye Pemilu 2019.

Sponsored

"Saya meminta masyarakat semuanya, namanya juga hari tenang, ya, jangan melakukan hal yang tidak diperbolehkan oleh KPU," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Surakarta itu juga meminta masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan selama masa Pemilu 2019. Ini perlu dilakukan agar tidak ada gangguan dan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

"Kita jaga semuanya rasa aman, ketertiban di tengah masyarakat sehingga pada saat 17 April itu betul-betul seluruh masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya," kata Jokowi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya ke tempat pemungutan suara dalam pesta demokrasi pada tahun ini. 

Jokowi berangkat ke Hotel Sultan, Jakarta bersama istrinya, Iriana Joko Widodo, untuk melakukan debat kelima Pilpres 2019. Sejumlah anggota keluarga juga ditemui di Hotel Fairmont mendampingi Jokowi, yakni sang putri Kahiyang Ayu, sang menantu Bobby Nasution, serta cucu, Sedah Mirah.

Berita Lainnya