close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto REUTERS/Tom Brenner.
icon caption
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto REUTERS/Tom Brenner.
Peristiwa
Selasa, 03 Februari 2026 13:53

Trump umumkan kesepakatan dagang AS dengan India, tarif mpor turun jadi 18%

Trump umumkan kesepakatan dagang AS dengan India. Tarif impor dipangkas jadi 18% setelah India sepakat hentikan pembelian minyak Rusia.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang dengan India setelah melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. 

Dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menyebut Amerika Serikat akan menurunkan tarif impor barang asal India dari 25% menjadi 18%. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, India juga disebut sepakat menghapus seluruh hambatan tarif dan non-tarif terhadap produk AS.

Trump mengatakan India akan menghentikan pembelian minyak dari Rusia, sehingga sanksi tambahan berupa tarif 25% yang sebelumnya dikenakan Washington terhadap New Delhi akan dicabut. Dengan demikian, seluruh tarif yang dikenakan AS terhadap barang India akan diturunkan ke level 18%, sebagaimana dilansir dari BBC, Selasa (3/2/).

Kesepakatan ini diumumkan kurang dari sepekan setelah India dan Uni Eropa mencapai perjanjian perdagangan bebas yang telah dinegosiasikan selama hampir dua dekade.

Dalam unggahannya, Trump menyebut pembicaraan via telepon dengan Modi pada pagi hari mencakup isu perdagangan dan perang Rusia dan Ukraina.

“Ia sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia, serta membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat dan, berpotensi, dari Venezuela,” tulis Trump.

Trump juga menyatakan bahwa atas permintaan Modi, ia langsung menyetujui kesepakatan dagang tersebut. 

Selain itu,Trump menulis India berkomitmen membeli lebih dari 500 miliar dollar AS atau sekitar Rp8.000 triliun produk Amerika Serikat, termasuk di sektor energi, teknologi, pertanian, dan batu bara.

Hubungan dagang AS dan India sebelumnya mengalami ketegangan setelah Washington pada Agustus lalu memberlakukan tarif hingga 50% terhadap barang India, tertinggi di Asia. Tarif tersebut mencakup penalti 25% terkait pembelian minyak Rusia oleh India.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyambut baik pengumuman tersebut. Dalam pernyataan di media sosial X, ia mengaku senang atas tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat.

“Ketika dua ekonomi besar dan dua demokrasi terbesar di dunia bekerja sama, hal itu membawa manfaat bagi rakyat dan membuka peluang besar untuk kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkap Modi, dikutip dari BBC.

Sebelumnya, ekspor India ke Amerika Serikat tercatat anjlok tajam setelah tarif tinggi diberlakukan. Pemerintah India pun aktif mencari kemitraan dagang alternatif, termasuk dengan Uni Eropa.

Namun, kesepakatan AS dengan India ini menuai kritik dari kalangan pelaku usaha AS. Koalisi We Pay the Tariffs, yang mewakili sekitar 800 usaha kecil Amerika, menilai kesepakatan tersebut justru mengunci tarif yang jauh lebih tinggi dibanding sebelum kebijakan Trump diterapkan.

Meski menuai kritik, pasar merespons positif pengumuman tersebut. Indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat tipis setelah Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan India melalui Truth Social.

Sebagai informasi, India juga menjalin kerja sama serupa dengan Uni Eropa yang akan menurunkan tarif hampir seluruh barang antara India dan 27 negara anggota Uni Eropa. 

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyebut perjanjian tersebut sebagai kesepakatan terbesar sepanjang sejarah, yang diproyeksikan dapat menggandakan ekspor Uni Eropa ke India pada 2032.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan