Aksi sigap seorang dokter spesialis anak yang menolong balita kejang di dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu menuai apresiasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Pengurus Pusat IDAI menilai tindakan yang dilakukan dokter anak Erly Meichory Viorika menunjukkan profesionalisme tenaga medis dalam menghadapi kondisi darurat, meski berada di ruang terbatas dan di luar fasilitas layanan kesehatan.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, menyatakan aksi tersebut mencerminkan kesiapsiagaan dan dedikasi dokter anak dalam menghadapi situasi darurat, meskipun berada di luar fasilitas layanan kesehatan.
“IDAI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan spontan, heroik, dan profesional dari dokter spesialis anak anggota IDAI yakni dr. Erly Meichory Viorika yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang,” kata Piprim dalam keterangan video yang diterima Alinea.id, Senin (2/2).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aksi sigap dokter anak dalam menangani balita yang mengalami kejang akibat demam di dalam kabin pesawat. Peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2025, namun kembali menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Piprim, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi kegawatdaruratan medis pada anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk saat perjalanan udara. Dalam situasi tersebut, tindakan cepat tenaga medis yang berada di lokasi, dengan memanfaatkan fasilitas terbatas di pesawat, berperan penting dalam menyelamatkan dan menstabilkan kondisi pasien.
“Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apa pun, sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal,” tambahnya.
IDAI juga menyampaikan apresiasi kepada maskapai Citilink Indonesia atas koordinasi dan dukungan kru pesawat selama proses penanganan darurat berlangsung. Sinergi antara tenaga medis dan awak kabin dinilai membantu memastikan kondisi balita kembali stabil sehingga penerbangan dapat dilanjutkan kembali.
Melalui peristiwa tersebut, IDAI mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, agar selalu mempersiapkan diri sebelum bepergian.
“IDAI mengimbau orang tua yang bepergian bersama anak agar lebih mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum perjalanan, termasuk membawa obat-obatan pribadi serta memahami prosedur permintaan bantuan medis darurat di moda transportasi yang digunakan,” ujarnya.