close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Inggris. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi Inggris. Foto Pixabay.
Peristiwa
Kamis, 12 Februari 2026 16:23

Inggris tambah pasukan di Norwegia untuk hadapi ancaman Rusia

Inggris tingkatkan pasukan di Norwegia hingga 2.000 personel untuk hadapi ancaman Rusia dan perkuat keamanan Arktik.
swipe

Pemerintah Inggris akan menambah kekuatan militernya di Norwegia dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman Rusia di kawasan Arktik dan High North. Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Pertahanan Inggris John Healey.

Healey mengatakan jumlah pasukan Inggris yang ditempatkan di Norwegia akan ditingkatkan dari 1.000 menjadi 2.000 personel. Hal tersebut sejalan dengan pandangan sejumlah negara Eropa. Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina empat tahun lalu, kawasan Eropa mencatat peningkatan agresivitas dari Kremlin.

“Tuntutan terhadap pertahanan meningkat dan Rusia merupakan ancaman terbesar bagi keamanan Arktik dan Kutub Utara yang pernah kita lihat sejak Perang Dingin,” kata Healey, dilansir dari BBC, Kamis (12/2).

Healey dijadwalkan bertemu dengan para menteri pertahanan negara anggota NATO di markas aliansi tersebut di Brussel pada Kamis (12/2) untuk membahas proposal penambahan pasukan ini.

Sebagai bagian dari strategi penguatan keamanan, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengusulkan misi Arctic Sentry. Misi ini bertujuan meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan Arktik, bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan model aliansi pertahanan kolektif yang terstruktur, terintegrasi, dan berbasis komitmen bersama seperti NATO.

Dalam perluasan kehadiran militer tersebut, sebanyak 1.500 Komando Marinir Kerajaan (Royal Marine Commandos) akan ambil bagian dalam latihan NATO bertajuk Exercise Cold Response pada Maret mendatang. Latihan berskala besar yang digelar di Norwegia, Finlandia, dan Swedia itu dirancang untuk melatih pasukan sekutu menghadapi kondisi ekstrem Arktik.

Selain itu, pada September mendatang Pasukan Ekspedisi Gabungan (Joint Expeditionary Force) yang dipimpin Inggris juga akan menggelar latihan Lion Protector yang melibatkan kekuatan udara, darat, dan laut dari sejumlah negara Eropa.

Pemerintah Inggris juga menyatakan operasi tersebut bertujuan melatih angkatan bersenjata dalam mempertahankan infrastruktur vital dari serangan dan sabotase di wilayah Norwegia, Islandia, serta Selat Denmark.

Inggris dan sekutu NATO semakin khawatir terhadap risiko yang ditimbulkan Moskow terhadap kabel bawah laut dan jaringan pipa, terutama di tengah meningkatnya ketegangan pasca-invasi Ukraina.

Tahun lalu, Inggris dan Norwegia menandatangani pakta pertahanan untuk melindungi kabel bawah laut. Kerja sama itu memungkinkan angkatan laut kedua negara mengoperasikan armada gabungan guna melacak kapal selam Rusia.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mencatat terjadi kenaikan 30% aktivitas kapal selam Rusia di perairan Inggris dalam dua tahun terakhir.

Kementerian tersebut juga menyatakan aktivitas kapal selam Rusia di Atlantik Utara kini telah kembali ke tingkat yang setara dengan era Perang Dingin.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan