close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Foto Ist.
icon caption
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Foto Ist.
Peristiwa
Selasa, 03 Februari 2026 15:21

Iran mulai buka pintu negosiasi nuklir dengan AS di tengah ancaman militer Trump

Iran membuka peluang negosiasi nuklir dengan AS di tengah ancaman militer Trump dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
swipe

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan dimulainya perundingan nuklir dengan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara dan ancaman aksi militer dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Langkah ini muncul setelah Trump menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan guna mencegah aksi militer kepada Iran. Namun, pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan tekanan yang terus ditingkatkan terhadap Iran.

Menyusul respons keras otoritas Iran terhadap gelombang protes anti-pemerintah yang memuncak bulan lalu, Trump mengancam akan mengambil langkah militer termasuk pengiriman kelompok kapal induk Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.

Media lokal Iran, Fars, menyebut Iran dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan terkait isu nuklir, meski belum ada tanggal yang ditetapkan. Laporan tersebut turut dimuat oleh surat kabar pemerintah Iran dan harian reformis Shargh, sebagaimana dilansir dari The Economics Times, Selasa (3/2).

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menerima ultimatum apa pun dari Amerika serikat.

Di sisi lain, Iran menyatakan terbuka terhadap diplomasi, tetapi menegaskan akan memberikan respons tanpa batas jika diserang.

“Iran dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan mengenai berkas nuklir,” Tulis media Iran, fars.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Iran tengah menyiapkan kerangka dan metode perundingan. Menurutnya, komunikasi awal dilakukan melalui negara-negara di kawasan.

“Beberapa poin telah dibahas dan kami sedang menelaah serta memfinalisasi detail setiap tahapan dalam proses diplomatik, yang kami harapkan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Baqaei.

Baqaei menambahkan, dukungan negara-negara tetangga terhadap solusi diplomatik mencerminkan kekhawatiran bahwa serangan AS terhadap Iran akan menyeret kawasan lain ke dalam konflik. Pernyataan ini sejalan dengan peringatan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menegaskan serangan AS akan memicu perang regional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan Iran sejalan dengan pernyataan Trump terkait larangan kepemilikan senjata nuklir.

“Presiden Trump mengatakan tidak boleh ada senjata nuklir, dan kami sepenuhnya sepakat. Itu bisa menjadi kesepakatan yang sangat baik. Namun tentu saja, sebagai imbalannya, kami mengharapkan pencabutan sanksi. Jadi, kesepakatan itu mungkin tercapai. Mari kita tidak membicarakan hal-hal yang mustahil," ucap Argachi.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan