Rangkaian bencana alam, mulai dari banjir hingga tanah longsor, masih berdampak pada kehidupan ribuan warga di sejumlah wilayah Sumatera. Di tengah upaya pemulihan tersebut, PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Bantuan disalurkan dengan menggandeng berbagai lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, serta komunitas lokal di wilayah terdampak. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Head of Brand & Corporate Communications Sompo Indonesia, Ruthania Martinelly, mengatakan bahwa dukungan perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat.
“Kami percaya bahwa dukungan bagi masyarakat terdampak bencana perlu diberikan secara berkelanjutan, tidak terbatas pada fase darurat saja, tetapi juga mencakup seluruh proses pemulihan. Upaya ini penting untuk membantu masyarakat bangkit kembali sekaligus memperkuat ketahanan mereka dalam menghadapi bencana di masa depan,” ujarnya, dalam keterangan resminya yang diterima Alinea.id, Selasa (10/2).
Dalam pelaksanaannya, Sompo Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta sejumlah lembaga sosial untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Perusahaan juga mendukung pemulihan kesehatan emosional dan kesejahteraan anak-anak di wilayah Tamiang dengan menggandeng komunitas Kampung Dongeng Indonesia.
Inisiatif kemanusiaan tersebut sejalan dengan pilar CSR Sompo Indonesia yang berfokus pada aspek kesehatan dan kesejahteraan. Perusahaan juga melakukan evaluasi dan koordinasi secara berkala dengan para pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan program bantuan di wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Hingga akhir Desember 2025, Sompo Indonesia tercatat melayani sekitar 10.000 nasabah di area Medan, baik nasabah individu maupun korporasi. Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 1 Februari 2026 lebih dari 105.000 jiwa tercatat mengungsi akibat bencana alam di berbagai wilayah Sumatera.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan dan elemen masyarakat terus menjalankan upaya terpadu lintas sektor untuk memastikan keselamatan warga terdampak serta mempercepat peralihan dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.