close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Asap hitam membubung di atas Kyiv, Ukraina, setelah serangan rudal dan drone Rusia pada, Selasa (2/6/2026).  Foto Thomas Peter/Reuters
icon caption
Asap hitam membubung di atas Kyiv, Ukraina, setelah serangan rudal dan drone Rusia pada, Selasa (2/6/2026). Foto Thomas Peter/Reuters
Peristiwa
Selasa, 02 Juni 2026 16:30

Rusia luncurkan ratusan drone dan rudal ke Ukraina, 14 orang tewas

Rusia meluncurkan 73 rudal dan 656 drone ke Ukraina. Serangan besar itu menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
swipe

Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar ke Ukraina sejak awal tahun dengan menembakkan ratusan drone dan puluhan rudal pada Senin malam hingga Selasa dini hari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, dengan ibu kota Kyiv menjadi sasaran utama.

Seperti dikutip dari ABC News, Selasa (2/6), Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan 73 rudal dan 656 drone ke berbagai wilayah negara itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 rudal dan 602 drone berhasil dicegat atau dinetralisasi oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, mengatakan kerusakan terparah terjadi di Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas di Kyiv, sementara sembilan korban jiwa, termasuk seorang anak, tercatat di wilayah Dnipro.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menilai serangan tersebut menjadi bukti bahwa Rusia akan terus melancarkan serangan jika Ukraina tidak memperoleh perlindungan yang memadai dari ancaman rudal balistik.

“Ini adalah pernyataan yang sangat jelas dari Rusia. Jika Ukraina tidak dilindungi dari serangan rudal balistik dan rudal lainnya, maka serangan seperti ini akan terus berlanjut,” kata Zelenskyy.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut empat fasilitas kesehatan turut mengalami kerusakan akibat serangan besar tersebut.

Sementara itu, Ketua Parlemen Ukraina, Ruslan Stefanchuk, mengatakan sebuah gedung apartemen sembilan lantai di Distrik Podilskyi, Kyiv, runtuh setelah terkena serangan. Tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan tersebut dan menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai pelaku kejahatan perang.

Ia mendesak negara-negara pendukung Ukraina untuk meningkatkan bantuan pertahanan udara, termasuk pasokan sistem rudal Patriot, memperketat sanksi terhadap Rusia, serta mempercepat proses integrasi Ukraina ke Uni Eropa.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut menargetkan fasilitas industri militer, infrastruktur bahan bakar, jaringan transportasi, dan pangkalan militer di sejumlah wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, Kharkiv, Dnipro, Zaporizhzhia, Poltava, Khmelnytskyi, dan Sumy.

Rusia mengklaim seluruh target yang telah ditetapkan berhasil dihantam. Rusia juga menyebut berhasil menembak jatuh sedikitnya 148 drone Ukraina yang menyerang wilayahnya dalam semalam.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan