close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Amerika Serikat Trump bertemu Perdana Menteri Israel, Kamis (11/2/2026). Foto: Ist.
icon caption
Presiden Amerika Serikat Trump bertemu Perdana Menteri Israel, Kamis (11/2/2026). Foto: Ist.
Peristiwa
Kamis, 12 Februari 2026 13:51

Trump–Netanyahu bahas nuklir Iran, kesepakatan jadi prioritas

Trump dan Netanyahu membahas negosiasi nuklir Iran di Gedung Putih. AS tetap memprioritaskan kesepakatan dengan Iran.
swipe

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Rabu (11/2), untuk membahas kelanjutan negosiasi program nuklir Iran. Trump menegaskan bahwa kesepakatan tetap menjadi prioritas, meski AS menyiapkan opsi lain apabila perundingan gagal.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Netanyahu diketahui mendorong Trump agar kesepakatan dengan Iran tidak hanya menghentikan pengayaan uranium, tetapi juga membatasi program rudal balistik serta dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hamas dan Hizbullah.

Pemerintah Israel menyatakan kedua pemimpin membahas kebutuhan keamanan Israel dalam konteks negosiasi tersebut dan sepakat melanjutkan koordinasi secara erat.

“Perdana menteri meyakini bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik serta penghentian dukungan terhadap poros Iran,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Sementara itu, Trump menyebut pertemuan tersebut berlangsung sangat baik. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan pembicaraan berjalan sangat baik meski belum ada keputusan final selain dorongan untuk melanjutkan negosiasi.

"Tidak ada kesepakatan pasti yang tercapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat tercapai atau tidak," tulis Trump, dilansir dari BBC, Kamis (12/2).

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tetap menjadi pilihan utama, namun hasil akhirnya masih bergantung pada perkembangan perundingan.

“Kesepakatan adalah pilihannya, namun jika kesepakatan tidak dapat dicapai, kita hanya perlu melihat apa hasilnya nanti,” lanjut Trump.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan yang dianggap berlebihan dan tetap mengutamakan perundingan.

“Iran kami tidak akan menyerah di hadapan agresi, namun kami terus melanjutkan dialog dengan segenap kekuatan bersama negara-negara tetangga untuk mewujudkan perdamaian dan ketenangan di kawasan,” ucap Pezeshkian dalam pidatonya memperingati 47 tahun Revolusi Islam Iran di Teheran.

Pezeshkian juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak berniat memiliki senjata nuklir dan siap membatasi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi, tetapi menolak tuntutan lain yang diajukan AS dan Israel.

“Kami telah menyatakan hal ini berulang kali dan siap menjalani verifikasi apa pun,” tuturnya.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan