sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bamsoet: Tumpas habis KKB, HAM bicarakan kemudian

MPR desakpemerintah kerahkan kekuatan penuh tumpas habis KKB di Papua.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 26 Apr 2021 13:14 WIB
Bamsoet: Tumpas habis KKB, HAM bicarakan kemudian

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah tidak ragu kerahkan kekuatan penuh untuk menumpas habis kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hal itu disampaikan Bamsoet menyusul tewasnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha, oleh KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

Politikus Partai Golkar ini kemudian menyampaikan duka cita atas tewasnya Kabinda Papua tersebut. "Tumpas habis dulu, urusan HAM (hak asasi manusia) kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan empat matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka," kata Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/4).

Menurut Bamsoet, aksi KKB di Kabupaten Puncak Papua dalam belakangan ini sudah sangat meresahkan. Setidaknya, dalam kurun 9-25 April 2021 ini saja, KKB telah menewaskan beberapa penduduk sipil, termasuk Kepala BIN Papua Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha.

"Aparat TNI, Polri serta intelijen harus terus melakukan pengejaran dan menindak tegas terhadap KKB tersebut tanpa ragu dengan kekuatan penuh yang kita miliki. Kita tidak boleh membiarkan kelompok separatis terus melakukan tindakan yang mengakibatkan korban jiwa," ujar Bamsoet.

Bamsoet juga meminta agar TNI, Polri serta BIN untuk memperkuat dan meningkatkan pengamanan di wilayah konflik di Papua. Selain itu, mengkaji secara tepat langkah efektif dalam menumpas KKB di Papua.

"Polri dan TNI bisa menggencarkan patroli gabungan di seputaran wilayah Papua, khususnya di objek vital maupun lingkungan penduduk untuk memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak KKB," pungkas Bamsoet.

Insiden penembakan itu terjadi ketika Satuan Tugas (Satgas) BIN dan Satgas TNI-Polri tengah berpatroli menuju Desa Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4). "Dalam rangka observasi lapangan dan pengejaran Bersama Pasukan TNI-Polri untuk pemulihan keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai milik Kepala Suku Distrik Beoga," kata Juru bicara BIN, Wawan Purwanto, dalam keterangan resminya, Senin (26/4).

Kemudian sekitar pukul 15.50 WIT, satgas diadang KKB. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan dan Kabinda Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK dinyatakan tewas. Jenazah Kabinda Papua dibawa ke Timika pada pukul 06.00 WIB pagi tadi. Jenazah akan dimakamkan di Jakarta.

Sponsored
Berita Lainnya