sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bapilu Prabowo-Sandiaga Uno berjumlah 800 orang, siapa saja?

Koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga Uno telah membentuk struktur Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) berjumlah 800 orang.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 20 Sep 2018 00:58 WIB
Bapilu Prabowo-Sandiaga Uno berjumlah 800 orang, siapa saja?

Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga Uno telah membentuk struktur Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) berjumlah 800 orang dari pusat hingga daerah.

Sejumlah tokoh seperti Neno Warisman, Rakhmawati Soekarnoputri, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut masuk dalam struktur.

Pembentukan Bapilu alias tim sukses Koalisi Indonesia Adil Makmur ini dilakukan melalui rapat selama 8 jam di kediaman Prabowo Subianto, kawasan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/8) malam. 

Koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Kedailan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN), ini akan menyerahkan struktur tim sukses kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis (20/9).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menuturkan tim Bapilu secara keseluruhan terdiri dari elit politik dan ulama GNPF MUI. Struktur Bapilu tersebut diakui cukup besar lantaran berjumlah hingga 800 orang.

"Memang cukup besar sekitar 800 orang jumlahnya, yang banyak itu juru kampanye nasionalnya. Nantinya, Jurkamnas ingin kami maksimalkan agar tokoh-tokoh yang ada di dalam partai yang menjadi simpatisan dari pasangan calon Prabawo-Sandi," ujarnya.

Sejumlah nama menjadi andalan pada Bapilu Koalisi Indonesia Adil Makmur ini. Antara lain, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak menjadi koordinator juru bicara.

Kemudian, tokoh lainnya seperti Yendri Susanto, Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Rahmawati Soekarno Putri, yang menjabat sebagai wakil ketua tim pemenangan.

Sponsored

"Terus nanti akan ada banyak tokoh-tokoh yang akan kita kedepankan, dan besok bisa dilihat langsung," pungkasnya.

Sementara dari unsur ulama, terutama GNPF MUI dan persaudaraan alumni 212, nantinya akan ditempatkan sebagai juru kampanye nasional yang bertugas menyosialisasikan program Prabowo-Sandi. 

"Salah satunya namanya ada Abdul Rosyid, Al-Khattath, jadi cukup banyak yang akan menjadi bagian dari Timses ini, dan ada pak Yusuf Martak juga," paparnya.

Tak berhenti di situ, Eddy juga menyebut nama Agus Harimurti Yudhoyono dalam daftar tim pemenangan tersebut. AHY akan menempati posisi sebagai dewan pembina dalam tim pemenangan Prabawo-Sandi.

"Mas AHY nanti akan menempati posisi sebagai salah seorang di dewan pembina," ungkapnya.

Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (kanan) dan anaknya Yenny Wahid (kiri) saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9). (Antara Foto).

Rayu Yenny Wahid

Pada saat bersamaan, Ketua Bidang Politik PKS Pipin Sopian mengatakan, struktur tersebut masih belum rampung lantaran masih merayu putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid. 

"Lagi dipertimbangkan Yenny Wahid (untuk bergabung). Saya kira belum final, besok lah," kata tuturnya.

Pipin menambahkan, nantinya daftar nama tim pemenangan Prabawo-Sandi akan diumumkan secara keseluruhan pada saat pengambilan nomor urut pasangan calon di KPU pada Jumat(21/9).

"(Diumumkan) Jumat sekalian pengambilan nomor urut, besok kita hanya menyerahkan saja," kata dia.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso yang turut rapat di kediaman Prabowo menambahkan, tim pemenangan Prabawo-Sandi akan dibentuk berupa badan yang memiliki struktur sampai ke daerah. 

Menurut dia, pembentukan Bapilu merupakan instruksi langsung dari bakal calon presiden Prabawo Subianto. 

"Namanya adalah Badan Pemenangan Nasional, jadi kami bukan Timses dan bukan tim kampanye. Ini instruksi langsung dari calon presiden Prabawo Subianto," paparnya. 

Nantinya, kata dia, Parpol koalisi Indonesia Adil Makmur akan langsung memerintahkan kepada seluruh kader masing-masing, dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, untuk membentuk tim pemenangan. Terkecuali bagi kader yang menjabat sebagai kepala daerah.

Hal itu dilakukan untuk menampilkan kompetisi yang adil. "Kami sadar diri, kami akan sedikit memberi edukasi bahwa demokrasi harus dibangun dengan cara yang sah, yang kerakyatan dan tak menepuk dada," ungkapnya.

Mantan politisi Partai Golkar itu menilai pembentukan Bapilu tersebut bertujuan untuk menyolidkan barisan pendukung Prabowo-Sandi dari tingkat pusat hingga daerah.

"Kami ingin ini sebuah kesatuan yang lengkap ketimbang tim pemenangan atau tim sukses. Setelah kami timbang akhirnya namanya lebih bagus adalah badan pemenangan tingkat nasional, badan pemenangan tingkat provinsi, badan pemenangan tingkat kabupaten dan tingkat kota," pungkasnya.