logo alinea.id logo alinea.id

Emosi, Arteria singgung kinerja Emil Salim di era Orde Baru

Arteria juga meminta Emil menarik pernyataannya saat berdebat di acara Mata Najwa.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 10 Okt 2019 15:08 WIB
Emosi, Arteria singgung kinerja Emil Salim di era Orde Baru

Politikus PDI-Perjuangan Arteria Dahlan tampaknya masih emosional saat mengklarifikasi debat panasnya dengan ekonom gaek Emil Salim di acara Mata Najwa, Rabu (9/10) malam.

Saat ditanya mengenai debat tersebut, Arteria malah menyinggung masa lalu Emil Salim sebagai Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup di era Orde Baru atau pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto. 

"Sadar enggak beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat?" kata Arteria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Di Mata Najwa, Arteria dan Emil sempat beradu argumen mengenai revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Di tengah-tengah perdebatan, Emil sempat menggebrak meja meminta Arteria tak memotong pembicaraannya. 

Arteria pun tak kalah garang. Dalam perdebatan itu, Arteria sempat berargumen dengan menunjuk muka ekonom berusia 89 tahun itu. 

 

Usai perdebatan itu, Arteria dirisak warganet. Bahkan, profil Arteria di Wikipedia sempat diubah warganet. Ia bahkan disebut politikus bacot alias banyak omong. 

Sponsored

Menurut Arteria, Emil tak punya kapasitas untuk berargumentasi terkait UU KPK di deban publik. Ia pun meminta Emil menarik kembali pernyataan-pernyataannya terkait polemik UU KPK di Mata Najwa. 

"Saya minta Prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dangan baik materi muatan revisi UU KPK. Pahami fakta hukum dan sosial yang ada. Bicara sesuai keahlian saja. Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum," ujar Arteria.

Tak hanya itu, Arteria juga mengkritik sikap Emil yang menuding DPR punya niat busuk melemahkan KPK dengan merevisi UU KPK. 

"Jangan tiba-tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR. Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu?" imbuh dia.