sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ida Fauziah, dari guru SMA menjadi menteri Jokowi-Amin

Guru SMA yang pernah menjadi anggota DPR dan gagal terpilih sebagai wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziah, kini menjadi Menaker.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 24 Okt 2019 00:11 WIB
Ida Fauziah, dari guru SMA menjadi menteri Jokowi-Amin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin banyak memunculkan wajah-wajah baru. Salah satunya dari Menteri Ketenagakerjaan yang ke depannya bakal dijabat oleh Ida Fauziah.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjadi pilihan Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Menteri Ketenagakerjaan sebelumnya, Hanif Dhakiri.

Lantas, siapa sebenarnya Ida Fauziah dan seperti apa sepak terjangnya selama ini?

Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 16 Juli 1969, Ida Fauziah ternyata memang punya sejumlah pengalaman di bidang pemerintahan. Ia menamatkan pendidikan tingginya di jurusan Ilmu Pemeritahan dari Universitas Satyagama. Lalu, memulai kariernya sebagai Guru di MAPK Jombang pada 1994 dan SMA Khadijah, Surabaya per 1997.

Barulah, pada 1999 ia memulai karier politik dengan menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur. Ia bahkan berhasil mempertahankan kursinya itu hingga lima kali masa jabatan.

Selama menjabat, Ida pun kerap tampil pada peran dan posisi cukup strategis. Saat baru memulai menjabat pada masa bakti 1999-2004, ia pernah memimpin sidang paripurna DPR RI.

Lalu, pada 2009-2012, Ida menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) dan Wakil Ketua Komisi II yang membidangi otonomi daerah dan pertanahan.

Pada masa bakti 2012-2014, Ida diamanahkan menjadi Ketua Komisi VIII DPR RI yang menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dan Zakat.

Sponsored

Periode selanjutnya, 2014-2019, Ida bertugas di Badan Anggaran dan Komisi I di bidang Pertahanan, Intelijen, Komunikasi, dan Informatika.

Selain itu, Ida juga aktif di organisasi perempuan. Semasa kuliah pun ia pernah menjadi Ketua Kaukus Perempuan Parlemen dan menjadi anggota Lembaga Advokasi Perempuan PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).

Ia bahkan pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam Pemilihan Gubernur 2018 lalu mendampingi Sudirman Said, namun gagal.

Berita Lainnya