sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Isu reshuffle pada Rabu pon, PAN siapkan kader terbaik

Isu reshuffle atau perombakan kabinet Indonesia Maju diembuskan relawan Jokowi Mania (JoMan).

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 24 Sep 2021 16:04 WIB
Isu reshuffle pada Rabu pon, PAN siapkan kader terbaik

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengatakan, partainya akan menyiapkan kader yang terbaik apabila diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi menteri.

"Kami akan siapkan kader-kader terbaik untuk bisa membantu presiden," kata Saleh dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Isu reshuffle atau perombakan kabinet Indonesia Maju diembuskan relawan Jokowi Mania (JoMan) yang mengaku mendapat informasi kuat. JoMan mengklaim reshuffle kabinet digelar akhir September atau setidaknya awal Oktober. Ini juga dikaitkan kebiasaan Presiden Jokowi mengambil keputusan penting pada Rabu Pon.

Menurut Saleh, reshuffle kabinet sebenarnya hak prerogatif Presiden Jokowi. Meski begitu, apabila PAN diajak bergabung dalam pemerintahan, maka pihaknya tidak akan menolak.

"Kalau diajak tentu bagus, kami dengan senang hati," ujar Saleh.

Dia menilai, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan selama ini memang selalu membantu pemerintah melalui kritik dan saran saat berada di luar pemerintah. Oleh karena itu, kata Saleh, jika diajak bergabung Jokowi, maka  PAN akan menyiapkan kader terbaik.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan, menyebut, reshuffle merupakan hal yang wajar. Menurutnya, yang paling penting adalah semua menteri harus bekerja maksimal, bukannya malah kampanye.

"Tetapi yang penting semua menteri kerja optimal, bukan malah kampanye sendiri-sendiri," kata Daniel kepada wartawan, Kamis (23/9).

Sponsored

Daniel tak menjelaskan detail siapa menteri yang disebutnya malah berkampanye itu. Namun, dia menyebut ada sejumlah kementerian yang kinerjanya tak optimal di tengah pandemi Corona.

"Yang utama saat ini adalah kementerian yang terdampak pandemi seperti kesehatan, pangan pendidikan dan ekonomi, sektor riil harus banyak terobosan," bebernya.

Berita Lainnya
×
tekid