logo alinea.id logo alinea.id

Partai Demokrat disebut harus bermanuver merapat ke petahana

Hasil Pemilu 2019 tidak terlalu banyak menguntungkan bagi Partai Demokrat.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 06 Mei 2019 14:56 WIB
Partai Demokrat disebut harus bermanuver merapat ke petahana

Pascapertemuan antara Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo yang juga calon petahana, Partai Demokrat disarankan untuk bermanuver dengan cara merapat ke kubu 01. Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah Putra.

Dedi menilai, pertemuan tersebut menyiratkan dua hal kepada publik. Pertama, ada indikasi rekonsiliasi antara petahana dan Partai Demokrat, yang dalam pilpres kali ini telah bergabung dalam barisan oposisi. Kedua, lebih kepada agenda politis, yakni untuk memecah Koalisi Adil Makmur yang mendukung paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pesan rekonsiliasi ini agar iklim politik mereda, terutama di tingkat bawah. Namun demikian, jika memang benar murni rekonsiliasi, seharusnya seluruh pimpinan parpol di Koalisi Adil Makmur diundang, tapi ini hanya AHY,” kata Dedi saat dihubungi pada Senin (6/5).

Dedi menjelaskan, dilihat dari sisi Partai Demokrat, setelah pertemuan antara Jokowi dan AHY ini membuka kesempatan untuk memiliki nilai tawar. Mengingat, hasil Pemilu 2019 tidak menguntungkan bagi partai besutan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. 

Partai Demokrat, dalam pandangan Dedi, gagal memposisikan diri di Koalisi Adil Makmur. Demokrat akhirnya tidak dapat pengaruh suara. Berbeda dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang terlihat lebih totalitas. Kedua partai itu diuntungkan dengan meningkatnya perolehan suara di Pileg. 

“Dengan asumsi itu, Demokrat harus bermanuver, salah satunya merapat ke petahana. Tapi kemudian, masalahnya apakah anggota koalisi petahana bersedia berbagi tempat? Tentu Demokrat harus ekstra melakukan komunikasi politik dengan koalisi pemenang,” kata Dedi. 

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Nurpati, menegaskan Partai Demokrat masih akan terus berada di Koalisi Adil Makmur yang mendukung paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. “Partai Demokrat tak ada perubahan apa-apa terhadap kondisi pilpres. Pada proses pemilu kita masih di posisi semula, tak ada perubahan apa-apa," ujarnya. 

Menurut Andi, pertemuan antara AHY dan Joko Widodo hanyalah sebagai undangan biasa antara presiden dengan warganya. Andi menekankan, dalam pertemuan itu Jokowi mendudukkan dirinya sebagai presiden, bukan sebagai calon presiden.

Sponsored

“Karena sebagai warga negara yang diundang ya menghadiri undangan. Tidak ada yang salah dalam hal silahturahmi. Tidak ada deal-deal apapun,” kata Andi.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB