logo alinea.id logo alinea.id

Partai Demokrat dukung rekomendasi Multaqo Ulama

Pancasila mutlak hukumnya menjadi satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 09 Mei 2019 07:05 WIB
Partai Demokrat dukung rekomendasi Multaqo Ulama

Partai Demokrat memastikan akan mendukung rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan Multaqo Ulama, Habib, dan Cendekiawan Muslim beberapa waktu lalu di Jakarta. Dukungan tersebut diberikan demi kemaslahatan umat yang menempatkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Saya sebagai kader Partai Demokrat sepakat dan setuju dengan hasil Multaqo Ulama yang menempatkan dan menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan mengajak silaturahmi," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, di Jakarta.

Menurut Ferdinand, Pancasila mutlak hukumnya menjadi satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia. Keberadaan Pancasila, kata dia, tidak boleh diganti. Tidak boleh pula ditukar karena merupakan warisan dari para pendiri Republik Indonesia.

Kalau Pancasila diganti, Ferdinand berpendapat, tentu Indonesia akan bermasalah. Bukan tak mungkin, namun malah berantakan, bercerai berai, dan bubar. Karena itu, Pancasila harus dipertahankan menjadi satu-satunya ideologi bangsa.

Selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand mengatakan seruan Multaqo Ulama agar saling bersilaturahmi selama Ramadan merupakan imbauan yang baik. “Insan anak bangsa dari dulu diajarkan untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari kehidupan,” ucapnya.

Menurut dia, Partai Demokrat tentunya selalu mendukung segala sesuatu yang sifatnya baik demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Seperti diketahui, gelaran Multaqo Ulama diinisiasi oleh tokoh-tokoh ulama besar, seperti KH Maemun Zubair, Maulana Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Muhtadi. Dari pertemuan itu, Multaqo Ulama merekomendasikan delapan poin.

Beberapa poin di antaranya, yakni menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama terkemuka, bahwa bentuk bangunan yang sejalan dengan Islam di bumi Indonesia adalah NKRI. NKRI bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin. Sementara Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Sponsored

Selanjutnya, mengimbau kepada para umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain.

Kemudian, para ulama juga mengajak seluruh umat Islam untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab selama dan setelah bulan suci Ramadan. Sebab, selain mengganggu, dapat juga menghilangkan pahala puasa di bulan Ramadan.

Multaqo juga mengajak umat Islam untuk senantiasa menaati peraturan dan perundangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejewantahan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah. (Ant)