sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Partai Gelora Jatim pelopori kaderisasi

Pola AMI diklaim berbeda dengan pengkaderan seperti di partai lain.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Minggu, 15 Mar 2020 07:24 WIB
Partai Gelora Jatim pelopori kaderisasi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Jawa Timur memelopori kaderisasi melalui program Akademi Manusia Indonesia (AMI). Pengaderan diikuti 278 orang dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ketua DPW Partai Gelora Jatim, M Siroj mengatakan, Provinsi Jatim menjadi pilot project dalam hal pengaderan yang menjadi program nasional ini. Pengkaderan ini dilakukan setelah Partai menyelesaikan proses pembentukan pengurus.

"Tugas kami berikutnya adalah pendidikan kader. Pola kaderisasi di partai kami adalah melalui AMI," kata Siroj usai pembukaan kaderisasi, di Sidoarjo, Sabtu (14/3). 

Pola AMI diklaim berbeda dengan pengkaderan seperti di partai lain. Mengingat AMI mengedepankan kualitas kader dalam berpartai.  

"Kami launching pengaderan Partai Gelora. Ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dari namanya, sudah Indonesia banget dan sifatnya wajib untuk seluruh kader," paparnya.

Dalam program AMI, setiap kader diwajibkan melalui tiga tahap kaderisasi. Tahap pertama adalah organization development (pengembangan organisasi). Tahap ini untuk menyiapkan kader dalam mengelola partai, menjadi pengurus, dan pemimpin partai.

Tahap kedua, para kader akan menghadapi pelatihan sosial development. Tahap ini kader akan dilatih untuk merekayasa sosial atau social engineering.Partai Gelora ingin melahirkan kader yang berperan terhadap masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan sosial. 

"Misalnya, dari yang awalnya apolitis, dengan adanya pendekatan yang kami lakukan, bisa menjadi peduli politik. Peduli terhadap pembangunan negara," katanya.  

Sponsored

Sementara tahap terakhir adalah state development. Para kader akan diarahkan untuk memiliki kemampuan dalam mengelola negara. Jika semua tahap dilewati, para kader diharapkan bisa mengintensifkan komunikasi dengan komunitas masyarakat. 

"Setelah pengaderan, mereka akan membangun kelas intensif. Misalnya, mereka akan  bertemu organisasi yang didasarkan pada hobi masing-masing kader, bertemu komunitas sepeda, zikir, atau politik," katanya.  

Dengan mengintensifkan pola komunikasi berbasis komunitas, pihaknya optimistis akan lebih maksimal dalam memperlebar jaringan.

 "Kami membangun partai berbasis kader sekaligus massa. Harapannya, akan lebih masif dalam menyosialisasikan pandangan partai kami," tuturnya.

Selain AMI, Partai Gelora juga memiliki pola pendidikan melalui Akademisi Kepemimpinan Nasional (AKN). Hanya saja AKN ini pendidikan yang diperuntukkan bagi pengurus/fungsionaris saja. 

Berita Lainnya