sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Isu kudeta Partai Demokrat, pengamat: Jangan-jangan AHY dan Moeldoko satu garis

Ray Rangkuti menilai, akan terjadi hal di luar dugaan di balik skenario isu kudeta Partai Demokrat.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 05 Feb 2021 19:54 WIB
 Isu kudeta Partai Demokrat, pengamat: Jangan-jangan AHY dan Moeldoko satu garis

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia, Aditya Perdana menilai, ada keuntungan yang didapat oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Moeldoko, dan Partai Demokrat di balik isu kudeta.

"Jangan-jangan skenarionya Partai Demokrat, AHY, dan Moeldoko itu satu garis. Jangan-jangan semuanya malah satu garis, dan kita enggak tahu juga. Dalam politik enggak ada yang tahu, apa yang disampaikan pada publik bisa jadi bukan hal yang sesungguhnya," ujar Adit dalam webinar bertajuk "Isu Reshuffle, Pilkada, Kudeta Demokrat," yang ditayangkan di akun YouTube PARA Syndicate, Jumat (5/2).

Dia mengatakan, skenario di balik isu tersebut ditujukan untuk proses pencanangan calon presiden (capres) 2024. Hal itu dilandasi, tokoh penokohan merupakan sentral bagi partai politik dalam ajang pilpres.

"Makanya tidak heran, semua dalam pemilu pilpres kita sejak 2004 sampai sekarang yang dicari itu figur, bukan kekuatan dari partainya. Jadi partai itu dianggap hanya sekadar kendaraan," kata dia.

Adit mengungkapkan, elite politik akan menggaet seorang tokoh yang berpotensi besar memiliki tingkat elektabilitas tinggi. Sebab, berdampak pada partai politik tersebut.

"Oleh karena itu, saya merasa tidak heran ketika gonjang-ganjing Partai Demokrat tersebut memang adalah betul, urusannya dalam konteks Pemilu 2024. Itu sangat jelas," terang Adit.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menilai, akan terjadi hal di luar dugaan di balik skenario isu kudeta Partai Demokrat. Hanya saja, dia menilai, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) akan mendulang keuntungan besar.

"Pak Moeldoko setidaknya mendapat implikasi yang justru menyenangkan dari tindakannya ini," tutur Ray. "Tinggal sekarang Pak Moeldoko memelihara popularitas yang diraihnya dalan 2-3 hari belakangan ini. Itu di luar dugaan memang hahaha," tambahnya.

Sponsored
Berita Lainnya