logo alinea.id logo alinea.id

PKB minta tambahan kursi menteri baru

Selain mempertahankan menteri lama, PKB mengincar dua kursi menteri tambahan.

Armidis
Armidis Sabtu, 06 Jul 2019 14:47 WIB
PKB minta tambahan kursi menteri baru

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengincar beberapa pos menteri di periode kedua presiden Joko Widodo. Selain akan mempertahankan posisinya di Kementerian lama, PKB juga mengincar posisi baru di Kementerian.   

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengatakan, akan mempertahankan posisi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) yang memang sudah diisi oleh kader PKB. 

Selain itu, dia juga menyebut Kementerian Pendidikan dianggap strategis untuk diisi oleh kader terbaik PKB.

Lebih jauh, sebagai kader yang memiliki basis di kalangan petani dan nelayan, Daniel juga menginginkan terlibat membantu pemerintah. Mesti tak menyebut nama kementerian, kemungkinan itu terkait dengan Kementerian Pertanian atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Tidak ada target tertentu. Tapi Menteri Desa mungkin karena sedang berjalan, mungkin di bidang pendidikan, Menteri Agama, mudah-mudahan juga menyangkut kepentingan nahdliyin," kata Daniel Johan pada Sabtu (6/7).

Soal posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Daniel Johan mengaku tidak menjadi incaran PKB. Meskipun, saat ini posisi Menteri Menpora masih diisi oleh kader PKB.

"Menteri Menpora? Ya itu dikasih ke anak muda (milenial)," kata Daniel.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai manuver partai politik mengincar posisi menteri bukan masalah. Sebab partai politik memang didesain untuk berkuasa, termasuk mengisi jabatan di Kementerian.

Sponsored

Namun demikian, Pangi mengingatkan agar partai juga mempertimbangkan kapasitas kader saat diusulkan ke presiden. Selain itu, tentu pertimbangannya ialah kader yang bisa mengimbangi kerja Presiden Jokowi.

"Partai harus dominan karena tujuan berkuasa. Menurut saya, refresentasi sepanjang kapasitas mampu membangun kerja presiden, tidak ada masalah," kata Pangi.