logo alinea.id logo alinea.id

Punya pengaruh elektabilitas, PDIP siap terima Ahok kapan pun

Meski pernah dipenjara, Ahok bukanlah sosok yang membawa pengaruh buruk bagi partai.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 31 Jan 2019 11:10 WIB
Punya pengaruh elektabilitas, PDIP siap terima Ahok kapan pun

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dinilai mempunyai pengaruh cukup kuat terkait elektabilitas. Karena itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siap menerima Ahok kapan pun jika hendak bergabung.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan sampai saat ini belum ada pernyataan secara resmi dari pria yang memilih disapa BTP itu, terkait pilihan politiknya pascakeluar dari penjara. 

Namun jika Ahok ingin bergabung dengan PDI Perjuangan, kata Budiman, itu semua diserahkan kembali pada keputusan pribadi Ahok. Ia meyakini Ahok lebih tahu mana yang lebih baik untuk didukung dalam kontestasi politik pada April 2019. Jika bergabung dengan PDI Perjuangan, menurut Budiman, Ahok juga harus meningkatkan elektabilitas partai. 

Budiman pun menuturkan keterbukaan PDI Perjuangan untuk Ahok dan siapapun yang ingin bergabung. Meski pernah dihukum penjara, menurut Budiman, Ahok bukanlah sosok yang membawa pengaruh buruk bagi partai, sehingga kapan pun Ahok menyatakan akan bergabung, PDI Perjuangan siap menerimanya.

“Oh kita senang-senang saja siapa yang mau bergabung dengan PDIP asal membawa kontribusi positif,” ucap Budiman.

Sebelumnya, Ahok sempat mengikuti kegiatan kampanye caleg PDI Perjuangan di Jakarta Utara. Menurut Budiman, keikutsertaan Ahok dalam kampanye kedua caleg DPRD dari PDI Perjuangan merupakan hal yang biasa. 

“Pasalnya, setiap caleg kadang-kadang memang mengajak tokoh, saya juga kadang mengajak tokoh,” ujar Budiman.

Sementara itu, Ahok berharap PDI Perjuangan bisa mengulangi zaman kejayaan pada 1999 silam dengan memenangi Pemilu 2019 sampai 35%, sehingga partai berlambang moncong putih itu bisa memimpin di DPRD DKI dan DPR RI.

Sponsored

"Jadi, harapan saya, kalau kita mau membantu pemerintahan yang baik, menangkanlah (PDI Perjuangan) di pemilu ini," kata Ahok.

Meski demikian, Ahok belum memikirkan langkah untuk bergabung dengan partai politik. Saat ini, ia hanya ingin berjalan-jalan dulu setelah selesai menjalani masa hukumannya.

"Saya mau jalan-jalan dulu, sudah 20 bulan setengah saya ditahan, sekarang mau jalan-jalan," katanya.

Ahok diketahui hadir di Posko PDI-P untuk memberikan dukungan kepada mantan stafnya ketika memimpin DKI, Ima Mahdiah, yang menjadi caleg DPRD DKI Daerah Pemilihan X (Kembangan, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Taman Sari dan Palmerah) dari PDI Perjuangan.

Ia juga mempromosikan Charles Honoris, bendahara Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Pilgub DKI 2017 yang menjadi caleg DPR RI Dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) juga dari PDI Perjuangan, yang menemaninya dalam kunjungan itu.

"Buat warga Jakarta kali ini, pilihlah untuk DPRD, Ima (Mahdiah) nomor 4, dan Charles (Honoris) nomor 2 (untuk DPR RI)," kata Ahok.