sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno ancang-ancang masuk partai politik lagi

Sandiaga Uno mengaku ditawari masuk partai politik seperti PAN, PKB, hingga Gerindra.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 22 Agst 2019 17:29 WIB
Sandiaga Uno ancang-ancang masuk partai politik lagi

Mantan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno akan memutuskan apakah ia akan kembali atau tidak ke dunia politik pasca-Pilpres 2019 dalam jangka waktu satu atau dua bulan ke depan. Sandiaga mengatakan, untuk saat ini dirinya masih ingin beristirahat guna mematangkan emosi dan mentalnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku masih amat tertarik dengan dunia politik. Apalagi, ia juga masih memiliki utang ihwal agenda dirinya untuk memajukan bangsa dan negara.

"Saya jeda dulu politik sementara. Dan mungkin dalam beberapa bulan ke depan baru bisa menentukan. Kira-kira satu atau dua bulan," kata Sandiaga di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Terkait ke partai politik (parpol) mana ia akan berlabuh, Sandi juga belum bisa menentukan sikap. Namun, ia mengaku sudah banyak tawaran dari beberapa parpol kepada dirinya untuk bergabung.

Parpol-parpol yang telah menawari seperti Partai Amanat Nasioanal (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta mantan partai lamanya Gerindra. Atas tawaran dari parpol-parpol tersebut, ia berterima kasih karena telah mempercayakan dirinya untuk bergabung.

"Kita lihat saja nanti ya," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengaku siap menerima Sandiaga untuk bergabung dengan partainya jika memang ia tertarik.

Bantu Papua

Sponsored

Sementara itu, mantan calon wakil presiden nomor urut 02 itu buka suara ihwal kasus yang tengah terjadi di Papua dan Papua Barat. Menurutnya, dalam situasi panas ini, pemerintah dan elite politik harus segara turun guna memulihkan atau mencairkan situasi.

Dikatakan Sandi, dalam menghadapi kasus ini tidak elok rasanya disikapi dengan serangan kritik kepada pemerintah maupun masyarakat Papua. Narasi semestinya dibangun dalam setiap elemen bangsa adalah narasi yang menduhkan.

"Kita memberikan pendapat harus lah yang bisa menenangkan suasana, jangan sekarang ini bukan waktunya untuk mengkritik. Tapi butuh waktu untuk kontemplasi merefleksikan dan merangkul saudara kita, saling memahami permasalahan, saling memaafkan," kata dia.

Pemilik Grup Saratoga ini mengaku telah menghubungi langsung Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani guna mencari tahu situasi terkini yang ada di daerah berjuluk Bumi Cendrawasih tersebut. Berdasarkan hasil komunikasinya, ia menyampaikan, situasi yang ada secara berangsur sudah mulai kondusif.

Namun, menurut Sandi, masih butuh waktu untuk masyarakat Papua berkontemplasi guna memaafkan kasus diskriminasi dan rasialisme yang dialami mahasiswa Papua di Jawa Timur. 

"Dari Jakarta saya sampaikan apa yang bisa kami bantu, terutama mengenai permasalahan yang mendasar adalah masalah ekonomi dan kemiskinan yang cukup signifikan, bahwa di Papua dan Papua Barat banyak sekali PR yang harus kita kerjakan khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, menggerakkan ekonomi lokal sehingga kemiskinan yang tingkatnya di atas 22% untuk Papua Barat dan hampir 28% di Papua ini bisa kita berikan solusi yang permanen," jelas Sandiaga.

Secara konkret, Sandi berniat membuat tim khusus untuk segera memberikan bantuan berupa program-program yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu program tersebut seperti pemberdayaan ekonomi yang ada di akar rumput. Wajib hukumnya bagi Sandiga, elite politik atau tokoh memberikan program yang bisa untuk menggerakkan secara langsung dan merajut kembali tenun kebangsaan.