close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Yogyakarta, Minggu, (28/1).  Foto Instagram @agusyudhoyono
icon caption
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Yogyakarta, Minggu, (28/1). Foto Instagram @agusyudhoyono
Politik
Rabu, 21 Februari 2024 20:00

Sebelum AHY jadi menteri Jokowi...

Isu jatah menteri untuk Demokrat sudah berembus sejak Oktober 2023.
swipe

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/2). 

AHY dilantik bersama Marsekal Purnawirawan Hadi Tjahjanto yang digeser posisinya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Jabatan itu kosong sejak ditinggalkan Mahfud MD yang mundur jelang pencoblosan. Mahfud berstatus sebagai pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. 

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan tawaran agar Demokrat masuk jadi bagian koalisi parpol pendukung pemerintah datang langsung dari Jokowi. AHY, kata dia, baru diajak bergabung di kabinet Jokowi belum lama ini. 

”Pertemuan Presiden dengan AHY di Yogyakarta pada akhir Januari 2024 itu sama sekali tidak menyinggung mengenai posisi kabinet. Tawaran untuk bergabung dalam kabinet baru kemarin,” kata Andi seperti dikutip dari Kompas.id

Di tengah panasnya kontestasi Pilpres 2024, AHY sempat "kedapatan" bersantap bareng Jokowi di rumah makan gudeg Yu Djum di kawasan Wijilan, Yogyakarta, akhir Januari lalu. Dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya @agusyudhoyono, AHY menyebut memperbincangkan banyak hal dengan Jokowi. 

"Kami banyak berdiskusi membahas isu-isu kebangsaan dan tentu terkait kesiapan pemilu agar berjalan dengan aman, damai, dan demokratis," ujar putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. 

Di Pilpres 2024, Demokrat jadi salah satu parpol pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), pasangan yang di-endorse Jokowi. Demokrat pindah ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) setelah AHY gagal jadi pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 

Sebelum di KIM, Demokrat berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan NasDem untuk mengusung Anies. Pada September 2023, sempat beredar tulisan tangan Anies yang isinya meminang AHY jadi pasangannya di pentas pilpres.

Namun, Demokrat kecele. Anies ternyata menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. PKB--sebelumnya berkoalisi dengan Gerindra--buru-buru pindah sekoci setelah memastikan posisi cawapres bagi Cak Imin. Merasa dikhianati, Demokrat hengkang dari koalisi itu. 

Tak lama setelah drama politik itu "viral", tepatnya pada 2 Oktober 2023, Jokowi mengundang SBY ke Istana Bogor. Pertemuan empat mata antara Jokowi dan SBY itu digelar usai Demokrat mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo. Sejak itu, isu Demokrat bakal mendapat jatah menteri dari Jokowi terus berembus. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai merapatnya Demokrat ke Istana punya beragam makna politis. Pertama, Jokowi sedang mengonsolidasi kekuatan politik untuk mencegah hak angket dugaan kecurangan pemilu digulirkan di DPR. 

"Masuknya AHY ini menjadi penting dan sekaligus sebagai lobi-lobi politik Jokowi terhadap Demokrat. Supaya mereka solid dan dipastikan tetap setia pada pemerintahan Jokowi dan Prabowo di periode berikutnya," ucap Dedi kepada Alinea.id, Rabu (21/2).

Pengangkatan AHY, lanjut Dedi juga mengindikasikan pupusnya asa Jokowi untuk memperbaiki hubungan dengan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Jokowi seolah mengesampingkan riwayat hubungan buruk antara Megawati dan SBY di masa lalu. Hubungan Megawati dan SBY tak harmonis sejak Pilpres 2004. 

"Bisa jadi Jokowi sudah tidak ada pilihan lain. Jokowi mengambil Demokrat yang kecil dibanding tidak mendapatkan sama sekali. Terlebih, (parpol-parpol pengusung Anies-Muhaimin) di Koalisi Perubahan, yakni PKB dan NasDem juga punya peluang melawan meskipun mereka anggota kabinet," jelas Dedi. 

Pelantikan AHY di Istana hanya dihadiri segelintir menteri dari PDI-P. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak terlihat hadir. Moeldoko sempat berseteru dengan AHY. Pada 2021, Moeldoko bersama sejumlah petinggi Demokrat menggelar kongres luar biasa dan mengudeta kepemimpinan AHY. 

Kedua kubu sempat saling mengklaim sebagai Demokrat yang sah. Konflik baru berakhir setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali kepengurusan Demokrat versi KLB Demokrat pimpinan Moeldoko pada Oktober 2023. Kepengurusan Demokrat versi AHY juga dianggap sah lantaran diperbolehkan KPU ikut Pemilu 2024. 

Dedi menilai masuknya AHY ke jajaran menteri Jokowi bisa memicu friksi dengan Moeldoko. Apalagi, KSP dan BPN sama-sama ditugasi memberantas mafia tanah. "Bukan tidak mungkin AHY dan Moeldoko akan berada dalam situasi yang tidak baik," ujar Dedi. 

Analis politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati mengatakan pengangkatan AHY sebagai menteri bernuansa pencitraan. Jokowi ingin meninggalkan kesan sebagai pemimpin yang 
mampu membangun rekonsiliasi politik di tingkat nasional pada akhir masa jabatannya.

"Supaya terwujud memori publik yang baik bahwa yang selama ini dianggap berseberangan itu bisa dirangkul demi bangsa dan negara," ujar Wasisto kepada Alinea.id

Beberapa hari lalu, Jokowi sempat makan malam bersama Ketum NasDem Surya Paloh. Sejumlah analis menganggap Jokowi berupaya mempereteli kekuatan politik yang potensial berkubu di kelompok oposisi.

Surya ialah tokoh sentral di koalisi parpol pengusung Anies-Muhaimin (AMIN). Surya disebut-sebut sebagai dalang terwujudnya pasangan AMIN yang menyebabkan AHY dan Demokrat sakit hati. 

 

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan