logo alinea.id logo alinea.id

Survei Indo Barometer: Duel sengit di Pilgub Jabar

Dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat bertarung sengit meninggalkan dua kandidat lainnya. Siapa bakal menang?

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 20 Jun 2018 21:12 WIB
Survei Indo Barometer: Duel sengit di Pilgub Jabar

Meski Pemilihan Gubernur Jawa Barat diikuti oleh empat pasangan calon, faktanya hanya dua paslon yang elektabilitasnya melaju meninggalkan dua paslon lainnya.

Lembaga Survei Indo Barometer merekam hasil penelitian terbaru dalam gelaran pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Sejatinya, Pilgub Jabar yang akan digelar pada 27 Juni 2018 itu hanya menyisakan waktu sekitar sepekan lagi.

Indo Barometer merilis tiga kali hasil survei secara berkala untuk Pilgub Jabar. Teranyar, survei dilakukan pada 7-13 Juni 2018. (Baca: Adu kuat di pilgub Jabar, siapa unggul?)

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menjelaskan, tren elektabilitas empat pasangan Cagub-Cawagub Jabar mengalami fluktuasi. Namun, dua pasangan memiliki elektabilitas tertinggi, jauh meninggalkan dua pasangan lainnya.

Elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat menurut survei Indo Barometer.

Pada survei terakhir, pasangan nomor urut 1 Muhammad Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) meraih elektabilitas 36,9%, Kemudian nomor urut 2 Hassanudin-Anton Charliyan (Hassanah) meraih 5,0%. Selanjutnya, pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) memperoleh 6,1%, dan pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) meraih elektabilitas 30,1%, serta yang tidak menjawab 21,9%.

Qodari merinci tren elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub Jabar dalam tiga periode survei. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 dan 4 melaju meninggalkan nomor urut 2 dan 3.

Sponsored

Pasangan Rindu dalam survei pada 20-23 Januari 2018 meraih elektabilitas 44,8%. Namun, elektabilitas pasangan ini merosot dalam survei pada 20-26 Maret 2018 menjadi 36,7%. 

Kendati demikian, elektabilitas pasangan Rindu ini kembali menanjak dalam survei terakhir yang digelar pada 7-13 Juni 2018. Pasangan ini dipilih oleh responden sebanyak 36,9%.

Pesaing terdekatnya adalah pasangan 2DM dengan nomor urut 4. Dalam hasil survey pada 20-23 Januari 2018, pasangan tersebut meraih elektabilitas sebesar 27,9%.

Selanjutnya, dalam survei pada 20-26 Maret 2018, tingkat keterpilihan pasangan 2DM melonjak menjadi 31,3%. Namun, elektabilitas pasangan 2DM dalam survei yang digelar terakhir pada 7-13 Juni 2018 kembali merosot ke 30,1%.

Tren elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat menurut survei Indo Barometer.

"Peta politik persaingan di Jawa Barat kondisinya masih sangat dinamis. Meskipun pasangan Rindu unggul, namun selisihnya hanya 6% dengan pesaing utamanya yaitu 2DM," katanya di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Jakarta, Rabu (20/6).

Dia menambahkan, justru yang menarik dan akan menjadi kejutan, jika yang menang adalah pasangan Asyik atau Khazanah. Dia juga merilis elektabilitas masing-masing Cagub dan Cawagub secara terpisah.

Hasilnya, dua Cagub-Cawagub nomor urut 1 dan 4 jauh meninggalkan dua lainnya. Persaingan antara pasangan Rindu dan 2DM semakin ketat dengan naik-turunnya elektabilitas masing-masing personal.

 

Saat bersamaan, Indo Barometer juga mengukur tingkat elektabilitas calon presiden di provinsi dengan pemilih terbesar ini. Hasilnya, head-to-head Joko Widodo meraih 41,4% dibandingkan dengan Prabowo Subianto sebesar 31,95.

Survei di Jawa Barat dilakukan di 27 Kabupaten dan Kota pada 7-13 Juni 2018. Metodologi survei ini menggunakan multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.200 pemilih dengan margin eror 2,83% dan tingkat kepercayaan 95%.