sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tak diberi jatah menteri, PAN janji tetap dukung Jokowi

PAN sadar tidak berhak mendapatkan jatah menteri dari Jokowi.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 23 Okt 2019 15:58 WIB
Tak diberi jatah menteri, PAN janji tetap dukung Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan nama-nama menteri yang akan membantunya dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Namun demikian, tidak ada satu pun kader dari Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang ditunjuk jadi pembantu Jokowi. 

Sekretaris Jendral (Sekjen) PAN Eddy Suparno menegaskan, sejak awal memang pihaknya tidak mengincar kursi menteri. PAN, kata Eddy, tidak pernah meminta atau menekan Jokowi untuk dimasukkan dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Kami hanya bilang akan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Karena tantangan ke depan pesat dan harus dilakukan secara bahu-membahu agar target dan capaian yang sudah ditarget pemerintah itu bisa tercapai," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

Eddy menjelaskan, PAN mendukung pemerintahan Jokowi tanpa mengharapkan timbal balik. Apalagi, PAN menyadari bahwa mereka bukanlah pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam proses kontestasi Pilpres 2019.

"Pegang apa yang kita sampaikan bahwa kita mendukung dan kita mengucap selamat pada pemerintah. Dan PAN menyatakan siap bekerja sama. (Hal yang) sifatnya untuk kebaikan tentu kita dukung," jelasnya.

Bersama Gerindra, Demokrat dan PKS, PAN merupakan salah satu parpol pengusung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Hari ini, Gerindra resmi pindah ke gerbong koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf setelah mendapatkan jatah dua menteri dari Jokowi.

Eddy mengatakan, seharusnya tidak ada dikotomi antara oposisi dan koalisi lagi setelah Jokowi terpilih dan dilantik. Semua pemangku kepentingan, kata dia, wajib bekerja sama untuk membangun bangsa. 

"Begini, kalau dilihat perspektif yang sempit apakah di dalam atau di luar pemerintahan itu merepresentasikan diri kita di kabinet atau tidak, saya kira itu tidak pas," ujar dia. 

Sponsored

Menurut Eddy, Jokowi-Ma'ruf akan menghadapi tantangan berat untuk membangun Indonesia dalam lima tahun ke depan. Karena itu, PAN mengajak seluruh parpol untuk bahu membahu membantu pemerintah merealisasikan target-target yang telah ditetapkan. 

 

Berita Lainnya