logo alinea.id logo alinea.id

Tambahan suara PA 212 ke PKS dinilai tidak signifikan

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai, memindahkan dukungan bukanlah persoalan yang mudah

Kudus Purnomo Wahidin
| Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 15 Feb 2019 14:08 WIB
Tambahan suara PA 212 ke PKS dinilai tidak signifikan

Niat Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif mengalihkan dukungan dari PBB ke PKS, dinilai tidak akan memberi efek suara yang signifikan bagi PKS.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menilai, memindahkan dukungan bukanlah persoalan yang mudah. Membutuhkan proses untuk melakukannya.

"Tidak semudah membalik telapak tangan memindahkan dukungan dari PBB ke PKS," tukasnya saat dihubungi Alinea.id, Jumat (15/2) di Jakarta.

Seperti diketahui, pengalihan dukungan itu dilakukan Slamet Ma'arif setelah ada kesepakatan dengan PKS pada beberapa waktu lalu. Seiring dengan itu, PKS juga menyepakati memberikan bantuan hukum kepada Slamet Ma'arif, dalam kasus pelanggaran pemilu saat acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, Gladak, Pasar Kliwon, Surakarta, Minggu (13/1) lalu. Slamet diduga melanggar aturan pemilu terkait kampanye di luar jadwal.

Barter kepentingan itu dinilai merupakan hal biasa. Slemet Ma'arif butuh pengacara dan itu akan disediakan oleh PKS. PKS juga membutuhkan massa dari PA 212 agar bisa lolos parliamentary threshold 4%.  

"Apalagi PKS sedang tidak solid. Sedang terjadi perpecahan karena banyak kadernya yang pindah dah beralih ke Garbi," jelasnya.

Ujang pun melihat unsur 212 lebih tertarik ke PKS ketimbang ke PAN. PAN dipandang telah memiliki basis suara pemilih Muhammadiyah. 

Sebelumnya Presiden PKS Sohibul Iman mengakui adanya kesepakatan dengan ustaz Slamet Ma'arif.  "Iya sudah disepakati. Kami akan memberi bantuan hukum terhadap Ustad Slamet Ma'arif," ujar Sohibul Iman

Sponsored

Di sisi lain, Slamet Ma'arif berencana mengalihkan dukungan elemen 212 yang ada di PBB ke PKS. "Insyaallah suara kawan-kawan 212 yang ada di PBB akan ke PKS," paparnya.