Di era ketika kita merasa sudah mengenal banyak spesies hewan, ternyata masih ada kucing liar yang secara ilmiah baru dikenali sekarang. Kok bisa?
Kita mungkin mengira hampir semua hewan sudah ditemukan dan dikenali manusia. Apalagi kucing. Hewan ini begitu dekat dengan kehidupan manusia sehingga rasanya sulit membayangkan masih ada spesies kucing yang belum dikenali oleh ilmu pengetahuan
Namun, anggapan itu baru saja dipatahkan oleh para ilmuwan yang mengidentifikasi spesies kucing liar baru di hutan Yungas, Bolivia. Berdasarkan laporan The Guardian (17/9/2026), kucing kecil yang disebut tilcayo oleh masyarakat setempat ini diberi nama ilmiah Leopardus tilcayo dan menjadi spesies kucing liar pertama yang secara resmi dideskripsikan dalam lebih dari satu abad. Penasaran? Simak selengkapnya, dilansir dari The Guardian (19/9).
Kucing apa yang baru ditemukan?
Spesies baru bernama Leopardus tilcayo, atau tilcayo, mengikuti nama yang digunakan oleh masyarakat lokal. Kucing ini hidup di kawasan hutan Yungas, wilayah pegunungan Bolivia yang dikenal dengan hutan berkabut dan kelembapan tinggi.
Ukurannya justru tidak terlihat seperti hewan besar yang selama ini kita bayangkan ketika mendengar kata “spesies baru”. Tilcayo memiliki panjang sekitar 46 sentimeter dan berat sekitar 1,4 kilogram, bahkan lebih kecil daripada rata-rata kucing domestik.
Bagaimana ilmuwan menemukan spesies kucing ini?
Penelitian bermula dari seekor kucing yang ditemukan oleh masyarakat lokal dan sempat dianggap sebagai kucing domestik. Setelah diamati, ternyata karakteristiknya tidak sesuai dengan deskripsi tiger cat yang sudah dikenal sebelumnya.
Peneliti kemudian membandingkan DNA, mengumpulkan sampel 38 kucing, termasuk delapan spesimen museum, dan membandingkan genom dari berbagai wilayah Amerika Selatan. Hasilnya, kelompok tiger cat ternyata memiliki lima garis spesies yang berbeda secara genetik, bukan satu spesies seperti pemahaman sebelumnya.
Kenapa baru sekarang diketahui sebagai spesies berbeda?
“Baru ditemukan” bukan berarti Tilcayo baru muncul di hutan Bolivia. Kucing tersebut kemungkinan sudah memiliki garis keturunan sendiri selama jutaan tahun.
Analisis genetik menunjukkan garis keturunan Leopardus tilcayo terpisah dari kelompok tiger cat lainnya sekitar 1,4 juta tahun lalu. Namun, karena bentuk tubuh dan penampilannya mirip dengan spesies turunan lainnya, perbedaannya tidak mudah dikenali hanya dengan melihat fisiknya.
Di samping itu, banyak hal tentang kehidupan Tilcayo yang sebenarnya masih menjadi misteri. Rekaman kamera mengindikasikan bahwa kucing ini mungkin lebih aktif pada malam hari dan menunjukkan bahwa rodent mungkin termasuk dalam makanannya.
The Guardian (17/9/2026) menyampaikan kini para peneliti telah membagikan temuan tersebut kepada IUCN untuk membantu penilaian status kelompok tersebut secara kawasan Yungas tengah menghadapi berbagai tekanan lingkungan, termasuk deforestasi, pertanian, kebakaran, dan pertambangan.
Penemuan Tilcayo mengingatkan bahwa “belum ditemukan” dan “tidak ada” adalah dua hal yang berbeda. Sebuah spesies dapat hidup selama ribuan, bahkan jutaan tahun tanpa pernah dikenali secara resmi oleh ilmu pengetahuan.
Terlebih lagi, tidak semua spesies memiliki perbedaan fisik yang mencolok. Pada kelompok seperti tiger cat, analisis genetik dapat menjadi kunci untuk mengetahui bahwa hewan yang terlihat serupa ternyata memiliki sejarah evolusi yang berbeda.
Penutup
Penemuan Leopardus tilcayo tidak hanya menambah satu nama baru dalam daftar spesies kucing dunia. Seekor kucing kecil yang selama ini hidup di hutan Yungas ternyata membawa sejarah evolusi yang berbeda dari kerabatnya. Dan mungkin masih ada banyak bagian dari dunia yang belum benar-benar kita kenali.