sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

3 sektor BUMN ini paling terdampak karena pandemi

Sektor-sektor tersebut, adalah energi, pariwisata dan infrastruktur.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 20 Okt 2020 13:12 WIB
3 sektor BUMN ini paling terdampak karena pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut, beberapa sektor di BUMN terkena dampak signifikan akibat pandemi Covid-19. Sektor-sektor tersebut, adalah energi, pariwisata dan infrastruktur.

"Dari seluruh portofolio BUMN, memang tiga sektor ini paling terdampak," kata pria yang akrab disapa Tiko ini dalam Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020, Selasa (20/10).

Tiko mencontohkan, di sektor energi, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) mencatatkan penurunan konsumsi listrik dan bahan bakar selama pandemi. Konsumsi listrik dan bahan bakar tercatat menurun drastis dibandingkan saat normal.

Kemudian di sektor pariwisata, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memberikan dampak ke industri penerbangan dan hotel secara langsung. Akibatnya, lanjut Tiko, Kementerian BUMN harus melakukan penyelamatan secara langsung, seperti yang dilakukan ke Garuda Indonesia.

Sementara di sektor infrastruktur, pandemi memberikan dampak ke sejumlah perusahaan BUMN yang terkait dengan transportasi. Misalkan saja trafik perusahaan transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) tercatat hanya tumbuh 15% selama pandemi, dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi.

"Trafik tumbuh melambat karena memang rasa nyaman masyarakat untuk naik transportasi umum masih jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum Covid-19," ujarnya.

Sementara perusahaan BUMN lain di sektor infrastruktur yang mengelola jalan tol seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. juga terkena dampak pandemi Covid-19.

Meskipun terdampak, Tiko mengatakan trafik di jalan tol saat ini mulai menggeliat, mencapai di atas 50% terutama di jalan tol Trans Jawa dan jalan tol Trans Sumatera. Meningkatnya trafik tersebut diharapkan menjadi tanda jika masyarakat sudah mulai melakukan aktivitasnya, baik bisnis maupun pariwisata.

Sponsored

"Naiknya trafik ini memang karena adanya perpindahan moda, dari moda transportasi umum seperti pesawat dan kereta, sekarang masyarakat bepergian dengan mobil pribadi karena merasa lebih aman dan nyaman," tuturnya. 

Berita Lainnya