close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Perhatian pemerintah pada BUMN maritim dinilai minim. Dokumentasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
icon caption
Perhatian pemerintah pada BUMN maritim dinilai minim. Dokumentasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
Bisnis
Kamis, 07 September 2023 09:30

Perhatian pemerintah pada BUMN maritim dinilai minim

BUMN maritim harus mendapat atensi karena memiliki potensi di sektor transportasi dan logistik.
swipe

Perhatian pemerintah pada badan usaha milik negara (BUMN) sektor maritim dinilai minim. Ini, salah satunya, tecermin dari banyaknya kapal PT Pelni (Persero) berusia tua.

"Pelni punya 26 kapal yang usianya rata-rata di atas 25 tahun. Saya kira, ini bisa berbahaya untuk kepentingan masyarakat, terutama para pengguna, yang kedua juga kinerja perusahaan ini terganggu," kata anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR, Amir Uskara.

Pun demikian dengan dukungan kepada PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI. "Pemerintah terkesan kurang men-suport fasilitas yang ada sama mereka bahkan meminta untuk Rp200 miliar saja terkesan sangat berat," ucapnya.

Menurut Amir, pemerintah harus mulai memikirkan BUMN maritim karena memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor transportasi dan logistik. Apalagi, kinerja keuangan PT Pelni, PT IKI, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan peningkatan.

"Kita ingin [pemerintah] men-support agar tiga perusahaan ini betul-betul mendapat perhatian khusus, terutama dari Kementerian BUMN dan juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," ujarnya, mengutip laman DPR.

"Tapi, apa pun itu harus masih ada dorongan dari kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Tentu harus ada sinegritas maksimal diantara tiga instansi ini," imbuh Amir.

img
Fatah Hidayat Sidiq
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan