sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penjualan saham Anker Bir masih wacana

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah berjanji akan menjual kepemilikan saham di PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 19 Jun 2019 19:10 WIB
Penjualan saham Anker Bir masih wacana

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kampanyenya pernah berjanji akan menjual kepemilikan saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk. (DLTA).

Anies mengumumkan kepastian pelepasan saham di emiten produsen Anker Bir pada 16 Mei 2018. Setahun berlalu, saham Pemprov DKI Jakarta masih tetap berada di DLTA.

Direktur Independen DLTA Ronny Titiheruw mengatakan hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi dari Pemprov DKI Jakarta terkait dengan rencana pelepasan saham di perseroan.

"Belum ada komunikasi resmi dengan Pemprov DKI Jakarta. Yang kami tahu, sama seperti yang ada di media sehingga kami tak bisa memberikan pernyataan," ujar Ronny di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (19/6).

Ronny melanjutkan keputusan untuk menjual saham DLTA merupakan hak prerogatif dari para pemegang saham.

Dari data RTI Infokom, saat ini pemegang saham mayoritas DLTA dimiliki oleh induk holding San Miguel Malaysia dengan porsi 58,33%. Pemprov DKI Jakarta sendiri memiliki 210 miliar saham dengan persentase 26,25%. Sementara sisanya sekitar 15,41% dimiliki oleh publik.

Saat penutupan perdagangan bursa hari ini, saham DLTA berada di level Rp7.150 atau mengalami penguatan sebesar 0,35%. Saham DLTA memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp5,72 triliun.

Untuk diketahui, pada bulan Maret kemarin Gubernur Anies menghitung, bila saham DLTA dicairkan, Pemprov DKI akan mendapat dana sekitar Rp1,2 triliun. Dengan dana tersebut, Anies berencana akan memanfaatkannya untuk membangun sekolah dan saluran air bersih.

Sponsored

"Kalo dibuatkan sekolah bisa dapat 100, kalau dibuat saluran air minum bisa dapat 100.000 saluran baru. Jika kita membiayai air minum bisa sampai 1 juta," kata Anies Maret lalu. 

Berita Lainnya