sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Badan Pangan Nasional ungkap prognosa pangan hingga Mei 2022

Pemerintah pusat terus memonitor sembako setiap pekan, berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan di tingkat provinsi hingga kabupaten.

Ahmad Zikril Hakim
Ahmad Zikril Hakim Selasa, 29 Mar 2022 08:06 WIB
Badan Pangan Nasional ungkap prognosa pangan hingga Mei 2022

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan, ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan masih aman. Pemerintah juga akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harganya.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menyebutkan, ketersediaan bahan pokok hingga Mei 2022 masih aman. 

“Dalam konteks ini yang dipastikan adalah stabilitasi pasokan dan harganya. Kemudian kita melakukan monitoring secara ketat dengan lintas instansi/kementerian/lembaga, terkait sembilan bahan pokok ini. Kemudian pastikan bulan per bulan. Dari hasil prognosa itu, diketahui apakah aman atau tidak aman. Kalau misalnya tidak aman, permasalahannya di mana?” ujar dia dalam keterangannya secara online, Senin (28/3).

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berkaitan pasokan bahan pokok di dalam negeri dari waktu ke waktu. Pasalnya, pemerintah pusat terus memonitor sembako setiap pekan, berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan di tingkat provinsi hingga kabupaten. 

Sponsored

Andriko menjelaskan tentang prognosa pangan nasional hingga Mei 2022. Di mana beras diperkirakan masih surplus 8,7 juta ton. Jagung surplus 3,2 juta ton. Kedelai akan di-support oleh realisasi impor Januari-Februari yakni 338.900 ton. Kemudian bawang merah surplus 92.000 ton, bawang putih surplus 104.900 ton, cabai besar surplus 27.900 ton, cabai rawit surplus 40.383 ton, daging sapi surplus 31.153 ton, daging ayam ras surplus 357.700 ton, telur ayam surplus 98.500 ton, gula konsumsi 544.000 ton dan minyak goreng surplus 663.493 ton.

Selain itu, berdasarkan evaluasi Januari-Mei 2022; (komoditas) kedelai, bawang putih, dan daging sapi perlu melakukan percepatan realisasi impor. Sedangkan, komoditas jagung perlu melakukan mobilisasi dari produsen ke sentra peternak dan pabrik pakan. Adapun, sapi lokal juga memerlukan mobilisasi lanjutan. 

"Bapanas berharap realisasi produksi dalam negeri pada Maret hingga Mei sesuai rencana. Kemudian realisasi impor komodititas yang bergantung pada impor perlu didorong realisasinya. Agar sampai Idulfitri semua kebutuhan bahan pokok tidak terganggu," ucap dia.

Berita Lainnya
×
tekid