sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Begini tips mengatur keuangan saat Ramadan dan jelang Lebaran

Salah satu tips mengelola keuangan saat Ramadan adalah dengan memanfaatkan THR secara bijak.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 21 Apr 2021 18:56 WIB
Begini tips mengatur keuangan saat Ramadan dan jelang Lebaran

Pengeluaran di bulan puasa cenderung meningkat bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Selain itu, kenaikan harga di bulan Ramadan juga tidak bisa dihindari. 

Lantas, bagaimana cara yang bijak dalam mengelola keuangan sepanjang bulan Ramadan dan juga cara mengelola uang THR? Penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia) Legowo Kusumonegoro mengatakan, tidak sedikit orang yang mengeluh pengeluarannya membengkak pada Ramadan. Menurutnya, penting untuk mencari tahu penyebabnya, supaya kejadian serupa tidak terus terulang. 

"Pada dasarnya ada dua faktor penyebab naiknya pengeluaran, yaitu naiknya harga di sepanjang Ramadan dan menjelang Lebaran, serta naiknya jumlah atau frekuensi pembelanjaan," ujar dia, Rabu (21/4). 

Kenaikan harga atau inflasi, merupakan faktor eksternal yang di luar kontrol Anda. Sementara kenaikan jumlah atau frekuensi pembelanjaan, merupakan faktor internal yang seharusnya bisa Anda kontrol. 

Jika seluruh keinginan tidak ditahan atau cenderung menuruti hawa nafsu tanpa adanya pengelolaan keuangan yang benar, sangat mungkin akan berujung pada lilitan utang. Padahal, esensi berpuasa adalah untuk mengendalikan hawa nafsu.

"Saya sangat tidak menyarankan berutang untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, termasuk untuk keperluan Lebaran. Sejatinya manusia sangat pintar dalam menyesuaikan diri, maka, lakukan konsumsi atau pembelanjaan sesuai dengan kemampuan," tuturnya. 

Manfaatkan THR dengan bijak

Legowo juga menyarankan Anda untuk memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) yang Anda terima. Menurutnya, skala prioritas pemanfaatan THR secara berurutan seharusnya untuk membayar THR orang yang bekerja untuk kita (termasuk petugas keamanan lingkungan dan pengangkut sampah), membayar zakat dan sedekah, melunasi utang, mengisi simpanan dana darurat, diinvestasikan, dan sisanya baru boleh dibelanjakan.  

Sponsored

Dia menyarankan untuk memanfaatkan THR, bonus, dan penghasilan tambahan lainnya, untuk mengisi simpanan dana darurat.

Selain itu, bagi yang memiliki anak usia sekolah, dana THR juga bisa dimanfaatkan untuk membayar biaya sekolah di tahun ajaran baru yang sebentar lagi datang.  

"Anda juga bisa memanfaatkan reksa dana pasar uang sebagai sarana pengembangan dana untuk persiapan mudik di tahun depan, maupun untuk menyimpan dana darurat," tuturnya. 

Menurut Legowo, reksa dana pasar uang memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi daripada tabungan maupun deposito. Sebagai contoh, reksa dana Manulife Dana Kas Syariah (MDKS) memberikan imbal hasil sebesar 4,43% dalam periode setahun terakhir (per akhir Maret 2021), jauh melampaui tolok ukurnya yang sebesar 2,85% (rata-rata bagi hasil deposito syariah 1 bulan di bank lokal).  

Namun, lanjut dia, jika Anda rasa tahun depan kondisinya masih belum kondusif, sehingga Anda berpikir untuk menyiapkan rencana mudik dalam dua tahun lagi, Anda bisa memanfaatkan reksa dana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI).  

Dalam setahun terakhir (per akhir Maret 2021), imbal hasil MSSI sebesar 9,02%, jauh di atas tolak ukur yang sebesar 4,45% (rata-rata bagi hasil deposito syariah 1 bulan di bank lokal). Anda tinggal memilih yang paling pas untuk tujuan keuangan Anda.

Berita Lainnya

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB