sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BI: Komunikasi yang baik, kurangi ketidakpastian global

Ekonomi Indonesia masih stabil dan berdaya tahan, antara lain tercermin dari pertumbuhan dan inflasi yang baik

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 11 Okt 2018 13:13 WIB
BI: Komunikasi yang baik, kurangi ketidakpastian global

Bank Indonesia (BI) mengadakan Central Banking Forum 2018. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018. Kegiatan tersebut dihadiri pemimpin bank sentral dari seluruh penjuru dunia untuk bertukar pandangan yang berbeda dalam menyikapi perkembangan ekonomi global saat ini. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, mengatakan, komunitas internasional dapat saling membantu dalam mengatasi kondisi ekonomi global. "Komunikasi yang baik dan jelas, termasuk dari AS, merupakan salah satu faktor kunci mengurangi ketidakpastian," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).

Ekonomi Indonesia masih stabil dan berdaya tahan, antara lain tercermin dari pertumbuhan dan inflasi yang baik, serta stabilitas sistem keuangan yang terjaga. 

"Namun, dengan ekonomi domestik yang terjaga, Indonesia tetap harus memperhatikan pengaruh ekonomi global," papar Perry. 

Untuk itu, skenario kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia adalah memastikan daya saing pasar keuangan Indonesia agar tetap menarik, dan defiist transaksi berjalan tetap terjaga. 

"Bank Indonesia juga selalu hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pendalaman pasar keuangan juga terus dipercepat, agar pasar keuangan Indonesia semakin prospektif," imbuhnya. 

Seluruh usaha tersebut dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait, baik Pemerintah, OJK, maupun lembaga lainnya.

Sementara, Presiden The Fed Amerika Serikat (AS), John Williams dalam sambutannya menyampaikan, ekonomi AS berada dalam keadaan yang sangat positif. Hal tersebut diindikasikan dari tingkat pengangguran dan inflasi yang rendah, prospek pertumbuhan yang baik, dan diperkirakan masih terus berlanjut. 

Sponsored

"Keadaan ekonomi yang baik tersebut, otoritas AS pun melakukan normalisasi kebijakan dengan menaikkan suku bunga bank sentral dan normalisasi neraca (balance sheet)," ujar Williams, seperti dikutip siaran resmi Bank Indonesia. 

Kendati demikian, dengan saling terhubungnya ekonomi dunia, kebijakan AS dapat berpengaruh pada ekonomi global dan pada gilirannya dapat kembali mempengaruhi ekonomi AS. 

Dua hal penting yang ditekankan adalah normalisasi AS akan dilakukan secara bertahap, serta AS akan terus melakukan komunikasi yang transparan. 

"Kedua hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak global spillover," jelas Williams.