sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: Risiko resesi global semakin meningkat akibat Covid-19

Risiko resesi dipengaruhi oleh penurunan permintaan dan terganggunya proses produksi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 14 Apr 2020 17:56 WIB
BI: Risiko resesi global semakin meningkat akibat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Bank Indonesia (BI) menyatakan perekonomian global semakin mendekati resesi akibat terganggunya proses produksi di seluruh negara karena Covid-19. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan resesi global juga akan dipicu oleh turunnya permintaan barang dari sejumlah negara.

"Pandemi Covid-19 yang semakin meluas ke seluruh dunia berdampak pada meningkatnya risiko resesi perekonomian global pada 2020. Risiko resesi dipengaruhi oleh penurunan permintaan dan terganggunya proses produksi akibat terbatasnya mobilitas manusia," katanya dalam video conference, Selasa (14/4).

Hal tersebut, lanjutnya, kemudian akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan negara di kawasan Eropa mengalami kontraksi. Bahkan, menurut Perry, sejumlah kebijakan ultra akomodatif yang telah ditempuh sejumlah negara maju tersebut, tidak dapat menghindari mereka dari gelombang resesi yang kian dekat.

"Pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara di kawasan Eropa diperkirakan mengalami kontraksi, meskipun berbagai kebijakan ultra-akomodatif dari kebijakan fiskal dan moneter telah ditempuh," ujarnya.

Sponsored

Sementara itu, negara-negara berkembang juga tak akan lolos dari dampak disrupsi ekonomi tersebut. Indonesia sendiri dalam skenario yang dibuat pemerintah memperkirakan laju ekonomi hanya akan tumbuh 2,3% tahun ini, atau turun dari perkiraan sebelumnya 5,3%.

Sedangkan lembaga pemeringkat industri keuangan asal AS Moody's memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2020 hanya akan tumbuh 0,5%, jauh dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,6%. Moody’s mencatat pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju akan mengalami kontraksi sebesar 2% dan negara berkembang atau emerging market hanya akan tumbuh 1,9%.

Berita Lainnya