sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI sebut ekonomi global hanya tumbuh 3%

Menurut BI, tiga faktor menjadi penyebab utama pertumbuhan tersebut.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Jumat, 24 Jun 2022 13:26 WIB
BI sebut ekonomi global hanya tumbuh 3%

Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian global akan alami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya akan mencapai 3%.

“Kami perkirakan yang  semula pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2022 ini dapat mencapai 3,4%. Angka ini telah kami revisi ke bawah dari 3,5% sebelumnya. Tapi tahun ini diperkirakan hanya akan mencapai sebesar 3%,” jelas Perry dalam pembacaan hasil rapat Dewan Gubernur BI yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube BI, Kamis (23/6).

Ada tiga faktor utama yang menurut Perry menjadi penyebab terlambatnya pertumbuhan global tersebut. Pertama, perang geopolitik Rusia-Ukraina yang menyebabkan terganggunya pasokan energi dan pangan global, serta gangguan mata rantai pasokan global.

Perang kedua negara tersebut berdampak pada tingginya harga komoditas, energi, dan pangan global. Perry melanjutkan, BI juga memperkirakan harga rata-rata minyak di tahun ini akan mencapai US$103 per barel.

“Harga pangan juga meningkat tinggi, menyebabkan risiko perlambatan ekonomi global, dan kenaikan harga yang akan meningkatkan inflasi di berbagai dunia,” ujarnya.

Kemudian, faktor kedua adalah adanya pengetatan kebijakan moneter di AS dan berbagai negara maju. Hal ini ditempuh oleh negara yang alami kenaikan inflasi tinggi dan negara tanpa ruang fiskal untuk memberikan subsidi, di antaranya seperti Brasil, Malaysia, dan India. 

Berbeda dengan Indonesia, pemerintah saat ini justru menaikkan subsidi bahan pangan dan energi untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kenaikan suku bunga menyebabkan turunnya permintaan dan menurunkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry.

Sponsored

Faktor ketiga, BI menyebut, karena adanya kebijakan Zero Covid-19 di Cina, sehingga menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi di negara tersebut.

Meski tiga faktor tadi menyebabkan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 3% di tahun ini. Perry meyakini, di tahun depan pertumbuhannya akan naik menjadi 3,3%.

Di sisi lain, sebagai upaya mencegah risiko stagflasi di dalam negeri, Perry menjelaskan, koordinasi fiskal dan moneter menjadi sangat penting. 

Berita Lainnya
×
tekid