sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI tuding faktor global jadi penyebab rupiah ambrol Rp14.410

Nilai tukar rupiah ambrol hingga menyentuh Rp14.410 per dollar Amerika Serikat. Apa penyebabnya?

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 30 Jun 2018 00:18 WIB
BI tuding faktor global jadi penyebab rupiah ambrol Rp14.410

Nilai tukar rupiah ambrol hingga menyentuh Rp14.410 per dollar Amerika Serikat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar AS disebabkan adanya perekonomian global yang ditandai mengetatnya likuiditas dan ketidakpastian. Terutama saat pertumbuhan ekonomi global tahun ini diproyeksi lebih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini diproyeksi mencapai 3,9%, lebih tinggi dari konsensus sebelumnya 3,8%. Peningkatan proyeksi didorong oleh berlanjutnya akselerasi ekonomi AS, masih kuatnya pertumbuhan ekonomi Eropa, serta tingginya pertumbuhan ekonomi China.

"Prospek pemulihan ekonomi global yang membaik meningkatkan volume perdagangan dunia, yang kemudian berdampak pada harga komoditas yang tetap kuat," kata dia di kantornya, Jum'at (29/6).

Dia menjelaskan, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh perubahan respons atas kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve pada Federal Open Market Committee (FOMC) digelar pertengahan Juli lalu, yang lebih agresif.

Kemudian, sambungnya, juga didukung oleh respons kebijakan bank sentral lain yang turut berubah. Khususnya bank sentral Uni Eropa dan China.

Pun begitu dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global yang turut memicu pelemahan seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah. 

Mata uang Garuda pada Juni 2018 memperoleh tekanan terutama sejak pertengahan bulan. Tekanan itu dipicu oleh penguatan mata uang dollar AS yang terjadi pada skala global.

Sponsored

Perry berujar, kurs rupiah sempat berada pada tren terapresiasi pada 28 Juni 208. Nilai tukar rupiah tercatat berada pada level Rp14.390 per dollar AS, melemah 3,44% (poin to point), dibandingkan dengan akhir Mei 2018. 

Sementara, dibandingkan dengan akhir Desember 2017, rupiah melemah 5,72% (year-to-date/ytd), lebih rendah dibandingkan pelemahan mata uang negara berkembang lainnya, seperti Filipina, India, Afrika Selatan, Brasil, serta Turki.

"Ke depan, BI terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan," urainya.

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menjelaskan, depresiasi terdalam dialami oleh negara Argentina dan Turki. Sejak awal tahun, mata uang Argentina terdepresiasi 32%, disusul Turki sebesar 18%. 

Saat bersamaan, mata uang Brasil terdepresiasi 14%, Rusia sebesar 9%, India sebesar 7,7%, Filipina sebesar 6,7%, serta Indonesia sebesar 5,7%. 

"Rusia, negara yang sekarang lagi ada ajang world cup, terdepresiasi. Ajang bola seluruh dunia itu mestinya akan positif, tapi ini terdepresiasi 9%. Kita (rupiah) hanya 5,7%," ujarnya.

Di kawasan regional, mata uang Singapura juga turut terdepresiasi 2,4%, Thailand sebesar 1,6%, juga Hongkong sebesar 0,4%. 

Lana menambahkan, Hongkong sebenarnya jarang sekali terdepresiasi. Biasanya, saat dollar AS menguat, dollar Hongkong juga menguat. Namun, kali ini dollar Hongkong melemah, yang artinya pelemahan yang besar buat mata uangnya. 

 

Rupiah mulai menguat

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/6) di pasar spot dikutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup menguat 64 poin sebesar 0,44% ke level Rp14.330 per dollar AS. Rupiah semakin kuat sejak awal perdagangan Rp14.370 per dollar AS.

Dari Yahoo Finance, nilai tukar rupiah ditutup menguat 60 poin sebesar 0,42% ke level Rp14.325 dari penutupan sehari sebelumnya Rp14.385 per dollar AS. Sepanjang hari, rupiah ditransaksikan pada rentang Rp14.298-Rp14.410 per dollar AS.

Sementara kurs tengah BI dipatok kian buruk pada level Rp14.404 dari sebelumnya Rp14.271 per dollar AS. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga melemah ke level Rp14.404 per dollar AS.

Adapun, kurs transaksi di BI dipatok Rp14.476 per dollar AS untuk kurs jual. Sedangkan, kurs beli dipatok Rp14.332 per dollar AS.
 

Berita Lainnya