logo alinea.id logo alinea.id

Bisakah Ojol berikan asuransi bagi penumpang?

Kenaikan tarif ojek online (ojol) menuai pro dan kontra masyarakat.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 11 Feb 2019 23:28 WIB
Bisakah Ojol berikan asuransi bagi penumpang?

Kenaikan tarif ojek online (ojol) menuai pro dan kontra masyarakat. Tak terkecuali Mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Zumrotin K. Susilo. 

Melihat dari sisi konsumen, Zumrotin menilai pengguna ojol tak melulu membahas soal tarif.

"Jadi, konsumen itu mau konsumsi apapun terpenting soal keamanan dan keselamatan, kenyaman nomor dua selanjutnya harga. Harga harus sesuai kemampuan. Kalau yang menggunakan (ojol) mayoritas masyarakat pendapatan rendah maka mereka akan sensitif. Jadi harus hati-hati menaikkan," kata Zumrotin dalam konferensi pres di Hong Kong Cafe, Jakarta, Senin (11/2).

Misalnya saja, kata dia, jika kenaikan tarif ojol terlaksana, maka harga perjalanan tersebut sebaiknya diikuti dengan pemotongan harga untuk asuransi konsumen. "Jadi harganya dinaikkan, tapi dipotong atau sisihkan Rp1.000 untuk asuransi. Itu lebih baik," katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar provider atau aplikator ojol (Gojek dan Grab) memberikan asuransi yang lebih menjamin kepada driver selaku mitra mereka. Sebab, hal itu dianggap bisa mendorong rasa keamanan dan kenyamanan bagi para pengemudi ojol. 

"Saya setuju bahwa driver menanggung beban, tapi driver itu partner dari provider. Saya ingin lebih terbuka. Ojol juga harus diasuransi. Supaya dia nyaman. Itu kewajiban provider. Itu ada dua juta driver tapi enggak dikasih asuransi," ujarnya.

Menurut dia, para operator bisa mengurangi sedikit keuntungan para driver ojol demi biaya asuransi. Dirinya yakin langkah tersebut tidak akan memberatkan para mitra. "Kalau bisa berkurang sedikit keuntungannya tapi memberikan keamanan bagi driver," tuturnya.

Sejatinya, baik Grab maupun Gojek telah memberikan asuransi sebagai jaminan pada penumpang dan pengemudi. Gojek memberikan santuan Rp10 juta untuk kematian dan Rp5 juta untuk cedera. Grab menyediakan Rp50 juta untuk kematian dan Rp25 juta untuk luka parah. 

Sponsored

Hanya saja, asuransi itu hanya bisa diberikan oleh pihak swasta. Sementara itu perusahaan asuransi negara, PT Jasa Raharja (Persero) mengaku belum bisa menanggung asuransi korban kecelakaan ojol yang mengalami kecelakaan tunggal. Pasalnya, ojek bukan angkutan umum resmi di dalam Peraturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.