sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BPS: Jumlah penumpang pesawat dan turis asing naik tipis

Kenaikan jumlah penumpang pesawat dan wisatawan mancangera didorong harga tiket pesawat dan musim liburan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 02 Sep 2019 17:16 WIB
BPS: Jumlah penumpang pesawat dan turis asing naik tipis

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penumpang angkutan udara pada Juli 2019 mencapai 7 juta orang atau naik 1,5% dibandingkan Juni 2019. Kepala BPS Suhariyanto menilai kenaikan ini disebabkan kebijakan penurunan tarif batas atas pesawat yang berlaku pada Mei 2019.

"Ini terjadi karena Juli itu masih musim liburan, kemudian sudah mulai ada penurunan tarif batas atas, sehingga ada kenaikan dibanding bulan sebelumnya," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (2/9).

Suhariyanto memaparkan bahwa penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 2,52% menjadi 1,6 juta orang pada Juli 2019 dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 17,19%, Ngurah Rai-Denpasar sebesar 8,65%, dan Juanda-Surabaya 2,81%. Sedangkan penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Kualanamu-Medan 5,94% dan Soekarno Hatta-Jakarta 3,99%.

Jumlah penumpang internasional terbesar terjadi melalui Bandara Ngurah Rai-Denpasar 631.500 orang atau 39,33% dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Soekarno Hatta-Jakarta yaitu mencapai 620.100 orang atau 38,62%.

Dengan demikian, selama Januari–Juli 2019 jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 10,5 juta orang atau naik 2,61% dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan wisman

Sementara itu, BPS juga mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2019 menjadi 1,48 juta kunjungan dari 1,45 juta kunjungan pada Juni 2019. Hal ini disebabkan musim liburan di belahan Amerika, Australia dan Eropa.

Sponsored

"Jumlah kunjungan wisman pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 2,04 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya," kata Suhariyanto.
 
Suhariyanto memaparkan peningkatan kunjungan terbesar terjadi di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, yang mencapai 57,57% menjadi 10.532 kunjungan dari 6.684 kunjungan pada bulan sebelumnya.

Peningkatan terbesar kedua terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang meningkat 44,18% menjadi 12.606 kunjungan dari 8.743 kunjungan pada Juni 2018.

Dengan demikian, secara kumulatif pada Januari–Juli 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,31 juta kunjungan atau naik 2,63% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 9,07 juta kunjungan.

Menurut dia, kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2019 paling banyak berasal dari Malaysia yakni sebanyak 240.000 kunjungan, disusul wisman asal China sebanyak 193.800 kunjungan dan Singapura sebesar 145.000 kunjungan.

Adapun dari 1,48 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Juli 2018, yaitu sebesar 9,81%, sedangkan persentase penurunan terjadi pada wisman yang datang dari wilayah ASIA selain ASEAN, yaitu sebesar 16,53%.

Jika dibandingkan dengan kunjungan pada Juni 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang melalui pintu masuk udara pada Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 17,45%.

"Kunjungan melalui pintu masuk udara masih paling besar," ungkap Kecuk.