logo alinea.id logo alinea.id

Bumi Resources Minerals masih disuspensi meski sudah laba

Meski telah mencetak pendapatan dan laba, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) masih disuspensi hingga kini.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 12 Apr 2019 02:10 WIB
Bumi Resources Minerals masih disuspensi meski sudah laba

Meski telah mencetak pendapatan dan laba, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) masih disuspensi hingga kini.

Anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) itu membukukan laba bersih pada kuartal I-2019 senilai US$86.650 juta atau setara dengan Rp1,21 miliar (dengan kurs Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat). Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu BRMS mencatatkan kerugian senilai US$4,69 juta atau sekitar Rp65,66 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan laba bersih ini sejalan dengaan pertumbuhan pendapatan mencapai US$1,26 juta pada kuartal I-2019. Angka tersebut tumbuh 52,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$825.000.

Beban pokok pendapatan dan penjualan BRMS juga tercatat turun 37% dari US$1,68 juta menjadi US$1,06 juta pada kuartal I-2019. Beban bunga dan keuangan juga turun dari US$3,78 juta menjadi US$7.779.

Meski telah menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2019 dan mampu memperoleh pendapatan, saham emiten afiliasi Grup Bakrie ini masih terkena suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia.

Direktur dan Investor Relations Bumi Resources Minerals Herwin W. Hidayat mengatakan, laporan keuangan kuartal I-2019 ini sebagai salah satu cara agar BEI dapat segera mencabut penghentian sementara (suspensi) atas saham BRMS.

"Sehingga sahamnya dapat bertransaksi kembali," kata Herwin dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Kamis (11/4).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, pihaknya masih mengkaji laporan yang disampaikan oleh Bumi Resources.

Sponsored

"Sedang kami review laporannya termasuk kewajiban yang lain. Segera akan saya sampaikan sharing follow up nya," kata Nyoman dalam pesan singkat kepada awak media, Kamis (11/4).

Sebagai informasi, BRMS akan fokus memulai produksi emas dari Palu Sulawesi Tengah pada kuartal IV-2019.

"Kami juga telah memulai pekerjaan pembangunan infrastruktur dan segera memasuki tahap produksi dari proyek tambang seng dan timah hitamnya di Dairi, Sumatera pada 2021 bersama mitra kerja kami NFC China," ujar Herwin.

Selain itu, BRMS tengah mengkaji kemungkinan untuk mempercepat rencana produksi dari tambang tembaganya di Gorontalo, Sulawesi dari jadwal awalnya di tahun 2022.