sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buwas ancam mundur dari posisi Dirut Bulog

Budi Waseso (Buwas) keberatan atas keputusan Kemensos untuk mengalihkan pengadaan beras bantuan pangan nontunai (BPNT) ke swasta.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 02 Jul 2019 19:40 WIB
Buwas ancam mundur dari posisi Dirut Bulog
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan bahwa program bantuan pangan nontunai (BPNT) sebagai pengganti beras sejahtera (rastra) tidak berorientasi bisnis. Meskipun program ini memang mengutamakan masyarakat yang membutuhkan bantuan beras.

Budi Waseso (Buwas) menilai program BPNT yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) tidak memposisikan Bulog sebagai penyalur terbesar. Porsi tersebut justru diberikan pada perusahaan swasta.

"Jangan dipakai untuk bisnis, ini kepentingan masyarakat kecil yang butuh bantuan, tidak untuk proyek mendapatkan sesuatu," kata Buwas dalam halal bihalal di Bulog Corporate University Jakarta, Selasa (2/7).

Menurut Buwas, program BPNT seharusnya dijalankan oleh negara atau BUMN, dalam hal ini Bulog, untuk pengadaan beras ke daerah yang membutuhkan.

Namun, Kemensos memutuskan untuk memberikan porsi 70% pengadaan beras BPNT ke pasar bebas atau perusahaan swasta dengan letak wilayah yang mudah diakses.

Sementara itu, Bulog hanya diberikan opsi pengadaan beras di 30% wilayah sisa yang letaknya terpencil sehingga akan membebani besarnya biaya pengiriman yang harus ditanggung Bulog.

Buwas menilai kondisi ini lebih mengakomodasi kepentingan para perusahaan swasta dan membuat Bulog kehilangan sasaran pasar penyalurannya.

Padahal, saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang-gudang Bulog mencapai 2,2 juta ton dan perusahaan masih akan melakukan penyerapan beras saat panen raya hingga akhir tahun 2019.

Sponsored

"Ancamannya beras Bulog akan busuk, karena 70% itu sudah diambil Mensos ke pasar bebas. Sedangkan sisanya yang 30% itu, Bulog diminta menyuplai 70%-nya. Yang 30% itu pun letaknya di ujung-ujung Papua," katanya.

Lebih dari itu, Bulog mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bulog jika Kemensos mengambil alih 100% program BPNT. Ia justru mengaku bersyukur jika Bulog sama sekali tidak dilibatkan dalam program ini.

"Kalau bisa ambil seratus persen kegiatan BPNT, termasuk rastra oleh Mensos, saya hands up dari Bulog. Berarti saya tidak perlu lagi di Bulog, udah ringan kerjaan saya. Ngapain kita ribut soal ini, toh dananya dari Mensos, malah senang saya," ungkapnya.
 

Berita Lainnya