sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Damri tetap batasi 50% keterisian penumpang

Damri akan fokus untuk memberi rasa aman bagi penumpang,

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 12 Jun 2020 19:09 WIB
Damri tetap batasi 50% keterisian penumpang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Perum Damri) belum akan menaikkan kapasitas penumpangnya. Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengatakan perusahaan masih akan tetap mengisi kendaraan sebanyak 50% dari kapasitas tempat duduk.

"Kami akan stay di 50% dulu dan kami akan evaluasi apakah bisa ke 70%," katanya dalam video conference, Jumat (12/6).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya telah mengizinkan sarana transportasi umum untuk mengangkut penumpang hingga 70% dari kapasitas kendaraan. Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan 11/2020.

Keputusan Damri yang tak menaikkan kapasitas penumpang lantaran perusahaan ingin menjadi angkutan yang dipercaya oleh penumpang, dengan memberikan jaminan angkutan yang sehat, bersih, dan ramah di tengah situasi new normal ini.

"Jangan sampai nanti ada apa-apa, pelanggan malah pergi, kami mau mereka merasa Damri sebagai angkutan yang sehat," ujarnya. 

Selain itu, dia juga tidak mau terlalu optimistis di tengah situasi ini. Pasalnya, perekonomian masyarakat masih terganggu oleh pandemi, sehingga menurutnya tidak mudah menaikkan target keterisian penumpang hingga 70%.

"Bus walaupun eksekutif, namun kelompok pelanggan itu ada beberapa segmen. Ada tataran segmen menengah ke bawah, sehingga tidak semudah itu menaikkan kapasitas ke 70%," ucapnya.

Untuk itu, dia mengatakan akan fokus terlebih dahulu dengan menerapkan standar operasional yang baik untuk menjaga kesehatan karyawan sehingga dapat memberi rasa aman bagi penumpang. Menurut dia, karyawan yang bekerja di garda depan memiliki risiko paling besar terpapar coronavirus, sehingga kesehatannya harus diprioritaskan terlebih dahulu.

Sponsored

"Mereka garda terdepan yang berisiko jadi penyebar dan tertular Covid-19 sehingga kami membuat persiapan menuju tempat kerja dan pulang kerja, kegiatan di tempat kerja, frontliners, dan pengemudi," katanya.

Berita Lainnya