sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Direktur Celios paparkan 4 dampak setelah India larang ekspor gandum

Sekarang harus dihitung berapa stok gandum di tanah air, dan berapa alternatif negara penghasil gandum yang siap memasok dalam waktu dekat. 

Edo Sugiyanto
Edo Sugiyanto Minggu, 15 Mei 2022 12:57 WIB
 Direktur Celios paparkan 4 dampak setelah India larang ekspor gandum

Perang Rusia-Ukraina membuat situasi pangan dunia mulai bermasalah. India pun mengeluarkan kebijakan untuk mengamankan pasokan pangan di dalam negeri. India melakukan proteksionisme dengan melarang ekspor terhadap produk gandum.

Namun, pelarangan itu belum bersifat total. India masih mengizinkan ekspor ke negara yang membutuhkan gandum untuk ketahanan pangan dan berdasarkan permintaan.

India merupakan produsen gandum nomor dua2 terbesar di dunia setelah China dengan produksi 107,5 juta ton. Sementara Indonesia mengimpor gandum tiap tahun sebesar 11,7 juta ton atau setara US$3,45 miliar. 

"Angka impornya naik 31,6% dibanding tahun sebelumnya. Jadi kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, hal ini sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Dengan inflasi yang mulai naik, dikhawatirkan garis kemiskinan akan meningkat," kata Direktur Celios Bhima Yudhistira, dalam keterangannya, Minggu (15/5).

Menurutnya, ada 4 dampak dari pelarangan ekspor gandum india. Pertama, harga gandum di pasar internasional akan naik. Harga gandum telah naik 58,8% dalam satu tahun terakhir. Imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat. 

"Contohnya tepung terigu, mie instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan ditengah naiknya biaya produksi," jelas dia. 

Kedua, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan menjadi ancaman serius. Perang Ukraina-Rusia sudah membuat stok gandum turun signifikan, ditambah kebijakan India, tentu berimbas signifikan ke keberlanjutan usaha yang butuh gandum. 

Ketiga, menurut Bhima, pengusaha harus segera mencari sumber alternatif gandum dan ini harusnya menjadi kesempatan bagi alternatif bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia. 
Kemudian yang keempat, pakan ternak yang sebagian menggunakan campuran gandum, ketika harga gandum naik bisa sebabkan harga daging dan telur juga naik. 

Sponsored

Pemerintah harus segera mempersiapkan strategi untuk mitigasi berlanjutnya ekspor gandum India. Pengusaha disektor makanan minuman dan pelaku usaha ternak perlu berkoordinasi mencari jalan keluar bersama dengan Pemerintah. 

Sekarang harus dihitung berapa stok gandum di tanah air, dan berapa alternatif negara penghasil gandum yang siap memasok dalam waktu dekat. 

"Bukan tidak mungkin, Pemerintah Indonesia bersama negara lain melakukan gugatan kepada India ke WTO karena kebijakan unilateral India merugikan konsumen dan industri di Indonesia," papar dia.

Berita Lainnya