close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: Ist
icon caption
Foto: Ist
Dunia
Sabtu, 02 Maret 2024 20:34

Para perempuan desa di India korban serangan seks bertahun-tahun bangkit melawan

Para wanita tersebut menuduh Shahjahan Sheikh, tokoh kuat di Kongres Trinamool (TMC), menindas masyarakat di desa tersebut.
swipe

Ratusan perempuan dari komunitas marginal di sebuah pulau kecil di Delta Sundarban memprotes pelecehan seksual dan perampasan tanah selama bertahun-tahun. Aksi-aksi keji itu diduga dilakukan oleh anggota partai politik yang berkuasa.

Sandeshkhali di Benggala Barat, India, terletak hampir 75 km dari ibu kota negara bagian Kolkata, berada dalam kondisi yang terancam selama lebih dari sebulan menyusul protes yang dipimpin oleh perempuan, yang mengatakan seruan mereka ditepis oleh polisi dan otoritas politik.

Para wanita tersebut menuduh Shahjahan Sheikh, tokoh kuat di Kongres Trinamool (TMC), menindas masyarakat di desa tersebut. All India Trinamool Congress atau Kongres Trinamool adalah sebuah partai politik di India yang terutamanya berbasis di Benggala Barat. 

Sheikh ditangkap pada hari Kamis dalam kasus terpisah setelah melarikan diri selama hampir dua bulan ketika pejabat direktorat penegakan hukum India diserang pada bulan Januari oleh para pendukungnya saat melakukan penggerebekan sehubungan dengan dugaan penipuan distribusi ransum.

Dua pembantu Sheikh, Shibaprasad Hazra dan Uttam Sardar, ditangkap pada bulan Februari atas tuduhan pemerkosaan berkelompok dan percobaan pembunuhan. Mereka membantah tuduhan tersebut.

Protes terjadi di desa tersebut tak lama setelah kejadian tersebut dan berubah menjadi kekerasan. Tiga peternakan unggas milik rekan Sheikh, yang diduga dibangun di atas tanah yang direbut secara paksa dari penduduk setempat, dibakar para perempuan itu.

Para pengunjuk rasa mengaku mereka secara rutin dijemput oleh orang-orang dari partai yang berkuasa, dibawa ke kantor mereka dan mengalami pelecehan seksual. Mereka mengklaim aparat penegak hukum setempat menolak mengajukan pengaduan terhadap orang kuat tersebut dan sekutunya.

“Saya diseret ke kantor lebih dari satu kali pada malam hari dan diserang. Saya diperingatkan bahwa jika saya mengadu ke polisi, mereka akan membunuh suami saya,” kata salah satu korban selamat. “Kebiadaban ini telah berlangsung selama hampir satu dekade,” tambahnya.

Dengan aksi-aksi protes itu, sebagian besar perempuan itu menyatakan bahwa laki-laki di keluarga mereka telah diperingatkan atau diserang sebagai dampak dari protes terhadap tindakan mereka.

Sheikh dan rekan-rekannya juga diduga menyita lebih dari 2.000 hektar tanah di seluruh desa dari para petani.(theindependent)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan