sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ekspansi bisnis kosmetik, Kimia Farma gandeng perusahaan Korsel

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) akan menambah ragam produk kosmetik di pasar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 18 Sep 2019 19:05 WIB
Ekspansi bisnis kosmetik, Kimia Farma gandeng perusahaan Korsel

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) akan menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) untuk menambah ragam produk kosmetik KAEF yang ada di pasar. Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, dalam waktu dekat, direksi Kimia Farma akan berangkat ke Korea Selatan untuk membicarakan kerja sama tersebut lebih lanjut. Namun, Verdi belum mau memberikan nama perusahaan kosmetik asal negeri ginseng tersebut.

"Dari mereka sebenarnya dua tiga bulan yang lalu setelah lebaran sudah datang ke sini dan mereka sudah tegas akan bekerja sama. Tinggal nunggu kedatangan kita saja," ujar Verdi di Jakarta, Rabu (18/9).

Verdi melanjutkan, skema dari kerja sama ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pada awal kerja sama, KAEF bisa melakukan joint operation. Artinya, produk dari perusahaan Korea Selatan tersebut akan mengalir ke KAEF, sambil KAEF mendirikan fasilitas industri kosmetik di Indonesia.

Lebih lanjut, Verdi mengatakan arah kerja sama ini bisa mengambil berbagai macam bentuk. Salah satunya, membentuk perusahaan patungan (joint venture).

"Kalaupun nanti kami melakukan joint venture, kami akan meminta share terbesar, jadi mayoritas," kata Verdi.

Sebagai informasi, pada semester I-2019 KAEF membukukan penjualan produksi entitas untuk obat over the counter (OTC) dan kosmetik sebesar Rp381,051 miliar. Penjualan ini naik 55,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp245,621 miliar.

Selain mengembangkan ekspansi organik melalui lini kosmetik, KAEF juga melakukan pengembangan bahan baku obat di pabrik mereka yang terletak di Cikarang. 

"Pengembangan bahan baku obat yang di Cikarang ini sudah eksis. Kita akan kerja sama lagi dengan beberapa negara untuk menambahkan produk-produk baru," kata Verdi.

Sponsored

Sehingga, nantinya penggunaan bahan baku impor untuk produksi obat-obatan Kimia Farma sebesar 90% bisa diturunkan. Perseroan pun menargetkan dalam lima tahun ke depan penggunaan bahan baku impor ini bisa diturunkan menjadi 75% saja.