logo alinea.id logo alinea.id

Estika Tara dan Pollux Investasi listing perdana

Jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal pada 2019 menjadi tiga emiten.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 10 Jan 2019 10:38 WIB
Estika Tara dan Pollux Investasi listing perdana

Dua perusahaan sekaligus resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Dua perusahaan tersebut yaitu, PT Estika Tata Tiara Tbk. dan PT Pollux Investasi International Tbk.

Maka jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal pada 2019 menjadi tiga emiten. Sekaligus menambah jumlah perusahaan tercatat menjadi 622 perusahaan.

PT Estika Tata Tiara Tbk. berkode emiten (BEEF), melepas sebanyak-banyaknya 376.862.500 saham atau 20% dari modal disetor dan ditempatkan.

Harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) ditetapkan pada Rp340 per saham. Dengan demikian, perusahaan meraih dana Rp128,1 miliar dari IPO.

"Kami komit untuk mencapai target. Sehingga investor dapat puas dengan performa dan action kita," ujar Direktur Utama BEEF Yustinus Sadmoko di Gedung BEI, Kamis (10/1).

Bersamaan dengan penawaran saham baru, Estika Tata Tiara juga menawarkan Waran Seri I sebanyak 37,686 juta unit. Jika seluruh waran dieksekusi, maka saham eks waran mencapai 2,50% dari total saham ditempatkan dan disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO saham. 

Setiap pemegang 10 saham baru akan memperoleh satu Waran Seri I. Dimana setiap satu Waran Seri I memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Sementara itu, harga pelaksanaan Waran sebesar Rp 550 per unit. Itu berarti Estika nantinya akan memperoleh tambahan modal Rp 20,73 miliar. 

Adapun dana yang diperoleh dari IPO ini akan dipergunakan  untuk pengembangan usaha BEEF. Jika dirinci, sekitar 45% untuk pembelian sapi hidup lokal maupun impor. Sekitar 25% digunakan untuk pembelian barang dagangan. 

Sponsored

"Sedangkan sisanya, sekitar 30% digunakan untuk investasi perluasan kandang, investasi bangunan fasilitas produksi baru di Subang dan investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga," jelas Yustinus.

Pada pencatatan perdana ini, saham perseroan naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar.

"Kami bersyukur, saham Perseroan sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed 86,11 kali. Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,” ungkapnya.

Sementara itu, PT Pollux Investasi menetapkan harga IPO sebesar Rp 1.635 per saham dengan jumlah saham yang dilepas mencapai 402,10 juta atau 20% dari modal ditrmpatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dengan demikian, dana yang akan diraih mencapai Rp 657,44 miliar. 

Bersamaan dengan penawaran umum perseroan, Pollux mengkonversi obligasi wajib konversi yang dimilikinya menjadi saham perseroan yaitu, sebanyak 462.421.100 lembar saham atau setara dengan 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Adapun dana hasil IPO ini akan digunakan sekitar 76,65% untuk pengembangan usaba dan sisanya akan digunakan untuk pembayaran pinjaman pemegang saham dan modal kerja.

Pada pencatatan perdana ini, saham perseroan naik 815 poin atau 49,85% ke level Rp 2.450 dari harga IPO Rp 1.635. Saham POLI ditransaksikan sebanyak 8 kali dengan volume sebanyak 793 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 194.29 juta.

Kedua perusahaan ini menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi berharap saham kedua perusahaan ini bisa menjadi pilihan investasi bagi para investor.