sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

G20 dorong pemulihan ekonomi di tengah tantangan global

Dampak perubahan iklim terhadap makro ekonomi dan upaya memitigasinya menjadi isu utama yang dibahas dalam pertemuan 2nd FWG.

Satriani Ariwulan
Satriani Ariwulan Kamis, 26 Mei 2022 19:49 WIB
 G20 dorong pemulihan ekonomi di tengah tantangan global

Dampak makro ekonomi dari perubahan iklim dan scarring effect menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Framework Working Group kedua (2nd FWG) yang digelar di Jakarta. 

Terkait perubahan iklim, Kepala Pusat Regional dan Bilateral, Kementerian Keuangan, Nella Sri Hendriyetty, yang bertindak sebagai Co-chair Presidency mengatakan perlu aksi kolektif dari para negara anggota G20 untuk memitigasi perubahan iklim.

"Aksi perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi spesifik masing-masing negara," kata Nella, yang bertindak sebagai Co-chair Presidency, dalam keterangan resmi, Kamis (26/5).  

Pertemuan ini dilakukan dalam format hybrid dan dihadiri oleh seluruh anggota G20, negara undangan (invitees), serta organisasi internasional, seperti International Monetary Fund (IMF), Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), World Trade Organization (WTO), World Bank, dan Bank for International Settlement (BIS). Dalam pertemuan tersebut, juga hadir beberapa pembicara eksternal dari kalangan akademisi dan pelaku pasar yang turut memberikan beragam perspektif atas isu yang menjadi fokus pembahasan.

Sementara isu kedua yang dibahas adalah luka dalam akibat pandemi Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai scarring effect. Dalam kesempatan tersebut, Presidensi Indonesia memaparkan temuan awal hasil survei mengenai exit strategy and scarring effect to support recovery, yang ditujukan bagi negara anggota G20.

Salah satu temuan yang disampaikan adalah adanya rencana negara-negara anggota untuk menghentikan secara bertahap dukungan kebijakan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, termasuk stimulus perpajakan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan untuk melaksanakan strategi tersebut adalah membaiknya situasi pandemi, pemulihan ekonomi, produktivitas yang mulai meningkat, adanya kenaikan pendapatan, dan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja.

"Di antara berbagai dampak pandemi, yang paling memprihatinkan adalah scarring effect pada aspek pendidikan dan kualitas sumber daya manusia," ujar Anantha Nageswaran, Co-chair dari India.

Hasil pertemuan 2nd FWG akan menjadi salah satu bahan masukan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ketiga (3rd FMCBG) yang akan diselenggarakan pada bulan Juli mendatang. Ke depan, FWG akan terus melakukan monitoring terhadap situasi perekonomian global serta berbagai risikonya. FWG juga akan mendorong diskusi dan sinergi antar negara anggota G20 untuk mengatasi berbagai tantangan guna mewujudkan pemulihan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Sponsored

Pembahasan dalam pertemuan 2nd FWG ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan FWG pertama yang dilakukan pada Januari 2022 dan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral kedua (2nd FMCBG) yang dilaksanakan pada April 2022 lalu.

Dalam pertemuan FWG pertama sebelumnya, anggota G20 telah memberikan dukungan atas area prioritas yang diusung oleh Presidensi Indonesia, yakni menjaga pemulihan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif; monitoring risiko ekonomi global jangka pendek dan menengah; serta monitoring risiko terkait iklim dan implikasinya terhadap kebijakan makro ekonomi.

 

Berita Lainnya
×
tekid