sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Geodipa lakukan investigasi kebocoran PLTP Dieng

Pekerja akan diwawancara dalam kasus kebocoran pipa di Dieng.

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 14 Mar 2022 15:10 WIB
 Geodipa lakukan investigasi kebocoran PLTP Dieng

Usai kecelakaan di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng pada Sabtu (12/3), PT Geo Dipa Energi (Persero) segera melakukan investigasi. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim.

Melalui keterangan resminya, Minggu (13/3) pukul 12.00 WIB dia menyampaikan, H2S dari sekitar Pad-28 tidak terindikasi oleh alat detektor (+/-50m).

Dia mengaku, akan memastikan pengukuran di kepala sumur dan sekitar mud-tank (tempat kejadian) setelah mendapatkan izin masuk dari kapolres. Kemudian, akan ditambahkan H2S detektor di area publik yang terdekat dengan Pad-28.

"Kondisi paparan H2S di lokasi sumber dicek oleh KBR Gegana Polda Jawa Tengah dengan Exam-7000 dan uji tekstur tanah dengan sertech diperoleh bahwa paparan H2S sudah aman dan konsentrasi H2S di bawah ambang batas, terukur 2,1 ppm dengan jarak 1 sampai 3 meter dari sumber paparan (discharge line relief valve) sementara ambang batas normal udara bebas adalah 10 sampai dengan 15 ppm," katanya dalam keterangan resminya dikutip Senin (14/3).

Menurutnya, Standard Operating Procedure (SOP) pengendalian H2S Rig milik PT Bormindo yang berstandar internasional sudah dijalankan.

"Saat ini sedang dilakukan investigasi detail dalam waktu secepat-cepatnya, selanjutnya akan divalidasi dengan hasil wawancara para pekerja yang saat ini sedang dalam perawatan," ujarnya.

Dia menjelaskan, kronologi kejadian yang menggambarkan proses operasi workover sudah dan sedang dilengkapi, termasuk rencana wawancara para pekerja yang saat ini sedang dalam perawatan. Lalu, air untuk quenching atau proses mematikan sumur yang kontak dengan H2S berada dalam sistem tertutup, sehingga dipastikan tidak ada yang keluar dari tanki air (mud tank).

"Dengan demikian tidak ada air bersama H2S yang mencemari lingkungan," tuturnya.

Sponsored

Riki mengatakan, area di luar batas Pad-28 (lingkungan/area publik) dalam kondisi aman dan tidak ada paparan H2S. Sedangkan, di Lokasi Pad-28 dilakukan olah TKP oleh Polres Banjarnegara dengan melibatkan Tim Gegana Polda Jawa Tengah untuk memastikan kondisi TKP saat ini.

"Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM berwenang dalam melakukan investigasi kecelakaan panas bumi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan supervisi atas penanganan kecelakaan kerja dan memastikan penanganan dilakukan dengan baik," ucapnya. 

Berita Lainnya
×
tekid