sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gojek tunjuk bos baru gantikan Nadiem

Pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makariem mundur untuk jadi menteri. Gojek menunjuk Andre untuk menggantikannya.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 21 Okt 2019 13:43 WIB
Gojek tunjuk bos baru gantikan Nadiem

Penyedia jasa transportasi online Gojek menunjuk Andre Sulistyo sebagai Presiden Gojek Group dan Kevin Aluwi sebagai co-CEO Gojek. Hal ini menyusul pengunduran diri Nadiem Makariem yang masuk ke dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

"Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya," kata Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Senin (21/10).

Nila melanjutkan, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa.

"Kami telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan," tutur Nila.

Nila melanjutkan, Gojek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan sosok Nadiem Makarim yang masuk ke kabinet kerja jilid II Joko Widodo, akan lebih memahami peluang pengembangan ekonomi nasional kedepannya. Ari pun mengatakan Presiden Jokowi saat ini membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dan mampu mengekesekusi kerja-kerja kabinet periode sebelumnya.

"Pengusaha banyak akalnya. Jadi saya melihat kalau kabinet kerja jilid pertama adalah menyiapkan, sekarang adalah waktinya mengerjakan," kata Ari ditemui Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (21/10).

Sementara, mengenai konflik kepentingan yang akan muncul ketika pengusaha mendapatkan posisi penting dalam pemerintahan, menurut Ari hal tersebut bisa diminimalisir dengan pensiun dini di perusahaan. 

Sponsored

"Saya rasa itu bisa diatur, misalnya pensiun sementara dari perusahaannya," tutur Ari.