sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Holding infrastruktur tunggu pengesahan Jokowi

Holding infrastruktur merupakan salah satu dari 16 holding yang ditarget pemerintah sampai dengan akhir tahun ini.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 05 Sep 2019 15:33 WIB
Holding infrastruktur tunggu pengesahan Jokowi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan holding infrastruktur dengan sejumlah BUMN yang akan dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero).

Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan semua proses persiapan untuk membangum holding telah rampung dan tinggal menunggu proses pengesahan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Holding semua prosesnya sudah selesai di kami tinggal ke Sekretariat Negara dan ke Presiden Jokowi," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9).

Dia melanjutkan, nantinya BUMN yang tergabung di dalam holding tersebut terdiri dari sejumlah BUMN seperti PT Yodya Karya (Persero), PT Indra Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Namun demikian, Bintang tidak dapat memastikan kapan holding tersebut akan beroperasi. Dia melanjutkan, kesiapannya masih menunggu persetujuan dari presiden.

"Kita sudah buat persiapannya dan juga sudah diserahkan ke setneg, nanti kapan akan mulai beroperasi di luar kewenangan kami," ujarnya.

HK ditunjuk oleh pemerintah sebagai perusahaan induk dari holding infrastruktur untuk mempercepat proyek strategis nasional dalam sektor infrastruktur.

Holding infrastruktur tersebut merupakan salah satu dari 16 holding yang ditarget pemerintah sampai dengan akhir tahun ini.

Sponsored

Sebelumnya, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah holding, di antaranya holding  asuransi, holding keuangan, perbankan, pelabuhan, dan industri strategis seperti PT PAL dan Pindad.

Holding diharapkan dapat menjadi solusi dari transparansi dan efisiensi keuangan bagi perusahan-perusahaan BUMN dalam melakukan fungsi dan tugasnya secara profesional.