sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ICAEW perkirakan PDB Indonesia 4,7% di 2021

Bahkan diharapkan bertumbuh lebih signifikan sekitar 6% pada 2022.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 19 Jun 2021 17:31 WIB
ICAEW perkirakan PDB Indonesia 4,7% di 2021

Laporan Economic Insight terbaru dari Oxford Economics, yang turut dipublikasikan bersama badan akuntansi The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), memperkirakan, pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia akan pulih pada 2021 berkat proses vaksinasi yang cepat.

PDB Indonesia diperkirakan akan tumbuh 4,7% pada 2021, bahkan diharapkan bertumbuh lebih signifikan sekitar 6% pada 2022, setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2% pada 2020. Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara (SEA), pemulihan Indonesia diproyeksikan lebih stabil dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini, berkat pengeluaran rumah tangga domestik yang kuat.

Asia Lead Economist at Oxford Economics Sian Fenner  mengatakan, perekonomian Indonesia sangat didukung oleh belanja domestik yang kuat, dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Sejak Indonesia mulai mengurangi pembatasan, kami berpikir sebagai hasilnya, akan terjadi peningkatan dalam pengeluaran rumah tangga, pendorong utama pertumbuhan di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga sangat fokus untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di dalam negeri dan hal itu juga turut mendukung prediksi pertumbuhan PDB pada tingkat 4,7% tersebut,” ujar dia dalam keterangan resmi ICAEW yang dikutip Alinea.id pada Sabtu (19/6).

Lebih lanjut, ketika gelombang kedua kasus Covid-19 melonjak di seluruh Asia Tenggara, laju pemulihan selama paruh kedua 2021 akan tertunda, tetapi, masih berada dalam target di seluruh wilayah Asia Tenggara. Kembalinya perekonomian akan tergantung pada pembatasan kegiatan masyarakat, kemajuan proses vaksinasi, dan tantangan ekonomi global lainnya, yang memengaruhi perdagangan internasional seperti krisis microchip global saat ini.

Selanjutnya, proses vaksinasi juga memainkan peranan penting dalam proses pemulihan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Setiap negara Asia Tenggara saat ini sedang berada di fase vaksinasi yang berbeda, dengan negara-negara seperti Indonesia dan Filipina sebagai negara kepulauan, menghadapi tantangan logistik yang lebih besar untuk mengirimkan vaksin ke seluruh masyarakat mereka.

Terlepas dari tantangan tersebut, laporan Economic Insight memperkirakan, percepatan pemberian vaksinasi di wilayah Asia Tenggara akan dimulai dari Juni.

Kendati begitu, peningkatan infeksi dan pembatasan kegiatan masyarakat ketat yang diberlakukan di beberapa negara Asia Tenggara, diperkirakan menghambat proses pemulihan yang akan dimulai pada paruh pertama 2021.

Sponsored

Pertumbuhan perlahan diperkirakan meningkat di semester II-2021. Akan tetapi, munculnya jenis virus baru yang lebih ganas dan kecepatan vaksinasi yang lambat, akan mengakibatkan pertumbuhan yang cenderung fluktuatif.

Kesenjangan output yang cukup besar, tingginya Indeks Harga Konsumen untuk barang nontradable di Asia, dan kemampuan pemerintah untuk mengelola harga, juga bisa mengakibatkan kembalinya tingkat inflasi yang lebih lambat.

Selain itu, pemulihan ekonomi global juga akan bergantung pada berlanjutnya penyebaran virus dan masih adanya pembatasan antar negara dan perbatasan. Jika efektivitas vaksin terbukti terbatas, ekonomi global dapat berkontraksi dalam waktu dekat.

Berita Lainnya